Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 15:17 WIB

UEA Bangun Komplek Ibadah Lengkap di Abu Dhabi

Minggu, 15 Desember 2019 | 09:43 WIB
UEA Bangun Komplek Ibadah Lengkap di Abu Dhabi
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Uni Emirat Arab (UEA) mengungkap visinya mengenai keharmonisan beragama. Negara federasi tujuh emirat yang kaya raya ini akan membangun komplek ibadah yang terdiri dari masjid, gereja dan sinagoga di ibukota negara itu, Abu Dhabi.

Disebutkan oleh Abrahamic Family House, komplek itu tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, namun juga berbagai kegiatan yang menekankan pada dialog antar-agama.

Prakarsa membangun Abrahamic Family House ini lahir saat kunjungan Paus Fransiskus Februari lalu ke Uni Emirat Arab. Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan September, bersama Imam Besar al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb, ia membuat deklarasi bersama yang mendorong persaudaraan antar-umat manusia. Salah satu wujud deklarasi itu adalah membuat komplek rumah ibadah Abrahamic Family House.

Komplek yang luar biasa luas itu akan berdiri di pulau Saadiyat. Karena ukurannya yang raksasa dan desainnya yang fenomenal, kelak komplek itu menjadi atraksi tersendiri bagi Abu Dhabi.

Direncanakan tuntas dibangun pada 2022, komplek itu dirancang oleh arsitek kelas dunia Sir David Adjaye. Adjaye yang kelahiran Tanzania dikenal publik AS sebagai orang yang mendesain Museum Nasional Sejarah dan Budaya Masyarakat Amerika Keturunan Afrika yang baru selesai dibangun di Washington DC.

Komisi Tinggi Persaudaraan Manusia membantah kalau komplek itu kelak hanya akan menjadi atraksi turis atau museum. Menurut komisi itu, kompleks itu akan menjadi tempat ibadah rakyat Uni Emirat Arab yang sangat beragam.

Sebagaimana diketahui, negara itu menjadi pusat destinasi bagi jutaan pekerja asing, dan agama mereka sangat beragam.

Komisi itu mencatat, Muslim merupakan kelompok terbesar di negara itu, namun ada ratusan ribu warga Kristiani--umumnya Katolik--dan lebih dari 3000 orang Yahudi. Rencana besar Uni Emirat Arab ini dilahirkan bersamaan dengan pengakuan bahwa tahun 2019 sebagai tahun toleransi beragama.

Banyak orang menyambut rencana pendirian komplek ibadah ini, termasuk Chris Wadelton dari Gereja Katolik St Phillip Neri di Maryland.

"Saya kira dalam lingkungan kita hidup sekarang ini, di mana kekerasan semakin menjadi-jadi, terutama kekerasan terkait agama, di berbagai penjuru dunia seperti di Srilanka, Selandia Baru, Timur Tengah, gagasan ini sungguh menyegarkan. Kerukunan antar agama penting untuk menjaga keharmonisan dunia," kata Wadelton.

Uni Emirat Arab merupakan negara yang saat ini memiliki berbagai kemegahan yang merupakan hasil hasil karya manusia.Satu di antaranya adalah Masjid Agung Sheikh Zayed. Bangunan warna putih ini memiliki 82 kubah dengan empat menara yang menjulang setinggi 100 meter.

Uni Emirat Arab juga terkenal dengan menara tertinggi di dunia yang disebut Burj Kahalifa-nya. Dengan ketinggian 868 meter, Burj Khalifa bisa dikatakan dua kali lebih tinggi dari gedung Empire State di kota New York dan tiga kali lebih tinggi dari Menara Eiffel di Paris.

Burj Khalifa juga telah memecahkan beberapa rekor dunia lainnya, termasuk bangunan berstruktur tanpa penyangga tertinggi di dunia, lantai tertinggi yang dihuni manusia di dunia, dek observasi outdoor tertinggi di dunia, dan lift berjarak terjauh di dunia. [voa/lat]

Komentar

x