Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 16:27 WIB

Hambatan Besar Penyelesaian Damai di Afghanistan

Sabtu, 30 November 2019 | 10:29 WIB
Hambatan Besar Penyelesaian Damai di Afghanistan
Perunding AS, Zalmay Khalilzad - (Foto: AFP)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Hampir tiga bulan setelah tiba-tiba menghentikan perundingan dengan Taliban, Presiden AS Donald Trump agaknya telah memberi lampu hijau untuk memulai kembali perundingan itu. Tapi kata kantor berita AFP, seperti dilansir VOA, Sabtu (30/11/2019), ada beberapa hambatan besar untuk mengakhiri perang AS yang paling lama itu.

Salah satunya adalah bagaimana menyelesaikan aksi-aksi kekerasan di Afghanistan yang terus meningkat, yang kemungkinan digunakan oleh Taliban untuk memperkuat posisinya dalam perundingan. Tapi Presiden Trump tampaknya yakin bahwa Taliban bersedia menghentikan aksi-aksinya itu, sambil mengadakan perundingan.

Hari Kamis (28/11/2019), Trump terbang ke Afghanistan secara mendadak untuk mengunjungi tentara AS yang ditugaskan di sana dan sekaligus mengumumkan bahwa AS dan Taliban telah mulai lagi berunding.

Trump mengatakan,"Taliban ingin mencapai perjanjian, dan kami akan bertemu dengan mereka."

Namun, para pejabat AS tidak bisa menunjukkan bahwa perundingan yang serius memang sudah dimulai.

Para pengamat mengatakan, Trump setidaknya menunjukkan dukungan bagi perundingan damai setelah berhasilnya pertukaran tawanan dengan Taliban, yang membebaskan dua orang profesor Barat setelah disandera selama tiga tahun.

Para diplomat AS secara diam-diam telah berusaha menghidupkan kembali perundingan yang macet itu, kata Laurel Miller, mantan wakil khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan.

Presiden Trump, yang akan menghadapi pemilihan presiden tahun depan, ingin mengakhiri perang Afghanistan itu, yang katanya telah mengakibatkan banyak pertumpahan darah dan uang.

Studi yang dilakukan Universitas Brown bulan ini menunjukkan bahwa AS telah menghabiskan US$ 6,4 triliun untuk perang di banyak bagian dunia sejak serangan 11 September 2001 di AS.

Perunding AS, Zalmay Khalilzad tadinya telah menyusun rancangnan perjanjian damai dengan Taliban, dimana AS akan menarik pasukannya, dan Taliban berjanji tidak akan menggunakan Afghanistan sebagai tempat persembunyian al-Qaida atau kelompok ekstremis lainnya. [voa/lat]

Komentar

x