Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 12:22 WIB

Dokumen 'Cuci Otak' Muslim Uighur

Inggris Minta China Buka Akses PBB ke Xinjiang

Selasa, 26 November 2019 | 13:20 WIB
Inggris Minta China Buka Akses PBB ke Xinjiang
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, London--Pemerintah Inggris meminta China untuk memberikan "akses langsung dan tidak terbatas" kepada pengamat dari PBB di wilayah Xinjiang.

Permintaan ini disampaikan menyusul bocornya dokumen rahasia yang mengungkapkan perlakuan terhadap ratusan ribu Muslim Uighur di kamp-kamp dengan penjagaan ketat.

Dokumen-dokumen resmi itu, yang dibaca oleh BBC Panorama, menunjukkan bagaimana para tahanan dikurung, diindoktrinasi, dan dihukum.

Duta Besar China untuk Inggris menampik bocoran informasi tersebut, menyebutnya berita palsu.

Dokumen-dokumen tersebut dibocorkan kepada Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi (ICIJ), yang bekerja dengan 17 mitra media, termasuk BBC Panorama dan surat kabar The Guardian di Inggris.

Investigasi menemukan bukti baru yang bertentangan dengan klaim Beijing bahwa kamp-kamp penahanan, yang dibangun di Xinjiang dalam tiga tahun terakhir, bertujuan memberikan pendidikan ulang untuk melawan ekstremisme yang diikuti secara sukarela.

"Kami sangat prihatin akan situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan meningkatnya tindakan keras pemerintah China, khususnya penahanan di luar hukum terhadap lebih dari satu juta Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya," kata juru bicara Kemenlu Inggris. "Inggris terus menyeru kepada China untuk memberi pengamat dari PBB akses langsung dan tidak terbatas ke wilayah tersebut."

Sekitar satu juta orang--kebanyakan dari komunitas Muslim Uighur--diperkirakan telah ditahan tanpa proses pengadilan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x