Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 00:39 WIB

Belanda Gempur Pabrik Bom ISIS di Irak

Selasa, 5 November 2019 | 10:14 WIB
Belanda Gempur Pabrik Bom ISIS di Irak
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, Amsterdam--Pemerintah Belanda mengakui salah satu jet tempurnya melakukan serangan udara di Irak utara pada 2015 lalu, yang menewaskan puluhan orang.

Kementerian Pertahanan Belanda, seperti diberitakan BBC, Selasa (5/11/2019), mengatakan jet F-16 yang tergabung dalam pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat di Irak, menewaskan sekitar 70 milisi ISIS dan warga sipil.

Ini untuk pertama kalinya pemerintah Belanda memberikan detil terkait serangan tersebut, yang menyasar lokasi yang diduga sebagai pabrik bom ISIS di Hawija, dekat kota Baghdad.

Para pejabat Belanda mengatakan, tidak ada warga sipil di dekat pabrik pada saat serangan itu. Namun mereka membenarkan serangan itu memicu ledakan yang menghantam area yang lebih luas dari yang diperkirakan.

Mereka menyatakan, ledakan kedua yang besar dan tak terduga, menyebabkan korban jiwa semakin tinggi dari perkiraan.

Pasukan Belanda ditarik dari Irak tahun lalu.

Fasilitas ISIS di Hawija yang diserang pada 2 Juni 2015 itu diyakini memproduksi bom rakitan (IED) yang digunakan untuk menyerang pasukan koalisi, kata pernyataan itu.

Belum jelas berapa jumlah petempur dan warga sipil yang tewas dalam serangan itu.

Menteri Pertahanan Belanda, Anna Bijleved, mengatakan "hubungan antara pejuang ISIS yang tewas dan korban sipil tidak dapat ditentukan setelahnya".

Dia mengatakan intelijen sebelum serangan mengindikasikan bahwa "tidak ada warga sipil di sekitar target". [bbc/lat


Komentar

Embed Widget
x