Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 21:05 WIB

Celana Dalam Pimpinan ISIS Dicuri Kurdi

Rabu, 30 Oktober 2019 | 10:47 WIB
Celana Dalam Pimpinan ISIS Dicuri Kurdi
(bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Kekuatan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi menyatakan mata-mata mereka mencuri celana dalam Abu Bakar al-Baghdadi yang kemudian dipakai bagi tes DNA dan digunakan untuk memastikan jati dirinya.

Komandan senior SDF Polat Can, seperti dikutip dari BBC, Rabu (30/10/2019), mengatakan sumbernya juga memainkan peran penting dalam menemukan lokasi pimpinan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) sebelum dilakukannya operasi pasukan khusus AS di Suriah.

Baghdadi membunuh diri pada penggerebekan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengecilkan peran pasukan Kurdi. Ketika mengumumkan serangan tanggal 27 Oktober, Trump mengatakan Kurdi memberikan informasi "yang membantu", tetapi menambahkan mereka "sama sekali tidak melakukan peran militer".

Can menegaskan, lewat serangkaian cuitan di Twitter pada hari Senin, bahwa SDF berperan penting dalam serangan tersebut.

"Semua intelijen dan akses ke al-Baghdadi disamping identifikasi tempatnya adalah hasil pekerjaan kami. Sumber intelijen kami terlibat dalam pengiriman koordinat, mengarahkan penurunan satuan dari udara, terlibat bagi keberhasilan operasi sampai saat-saat terakhir," katanya.

Can menambahkan SDF bekerja sama dengan CIA untuk melacak Baghdadi sejak tanggal 15 Mei, dan menemukan dia bersembunyu di Provinsi Idlib, dimana operasi dilakukan.

Sumber tersebut, kata Can, menemukan pemimpin ISIS itu akan pindah ke tempat baru di Jarablus.

SDF adalah sekutu penting AS dalam perang melawan ISIS, tetapi permulaan bulan ini Trump menarik pasukan AS dari Suriah bagian utara.

Para pengamat mengatakan penarikan AS memberikan lampu hijau kepada Turki untuk memulai serangan lintas batas di kawasan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x