Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 20:40 WIB

Malam Penyerbuan ke al-Baghdadi Berlangsung 2 Jam

Senin, 28 Oktober 2019 | 13:35 WIB
Malam Penyerbuan ke al-Baghdadi Berlangsung 2 Jam
(bbc)\
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS, Donald Trump, mengatakan operasi penyerbuan terhadap Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, oleh pasukan khusus AS berlangsung pada "malam berbahaya dan penuh keberanian."

Helikopter-helikopter AS bertolak dari lokasi yang tidak disebutkan di Suriah pada Sabtu (26/10/2019) menjelang tengah malam waktu setempat menuju desa terpencil Barisha di Idlib.

Operasi penyerbuan disaksikan langsung oleh Trump di Gedung Putih. Dia menggambarkan operasi tersebut seperti "menyaksikan film", dengan helikopter-helikopter perang mengitari tempat itu.

Dalam pidato televisi, Trump mengumumkan bahwa "pemimpin nomor satu teroris dunia" meninggal dalam "malam penyebuan berbahaya dan berani di Suriah barat laut" oleh pasukan khusus AS.

Trump mengatakan helikopter yang mengangkut pasukan khusus bertolak dari lokasi yang tidak disebutkan setelah pukul 17.00 waktu di Washington DC (23.00 waktu Suriah) pada Sabtu (26/10/2019).

Saat itu pula Trump dan pejabat AS lain berkumpul di Situation Room, Gedung Putih.

Helikopter itu terbang sekitar satu jam dan 10 menit pulang pergi, sementara operasi di lokasi penyerbuan berlangsung sekitar dua jam, kata Trump.

Para pejabat mengatakan kepada media AS bahwa pada Minggu pagi (27/10/2019) di Suriah, pasukan khusus menyasar satu tempat kecil di luar desa Barisha di Provinsi Idlib, Suriah, sekitar 5 kilometer dari perbatasan Turki.

Idlib adalah markas terakhir kelompok yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad. Lokasi ini didominasi oleh kelompok jihadis yang menentang ISIS.

Namun ratusan petempur ISIS juga diyakini bermarkas di sana. Militer Suriah, yang didukung oleh Rusia, dikerahkan ke timur, barat, dan selatan Suriah.

Trump mengatakan badan intelijen AS mengamati Baghdadi selama dua minggu sebelum operasi dijalankan dan mereka mengetahui bahwa tempat yang disasar memiliki beberapa terowongan, sebagian besar "buntu".

Trump memberikan izin misi melibatkan "kelompok besar" personel masukan khusus, delapan helikopter dan banyak kapal serta pesawat.

Helikopter-helikopter itu terbang melalui Turki dan juga kawasan yang dikuasai militer Suriah dan Rusia.

Rusia bekerja sama dan "membuka" kawasan udara mereka walaupun tidak diberitahu tujuan dari penyerbuan itu, menurut Trump.

Saat helikopter mendekati lokasi yang dituju, mereka menghadapi "tembakan lokal" yang menurut Trump "segera diakhiri."

Seorang penduduk desa di Barisha mengatakan kepada BBC bahwa terjadi penembakan dari helikopter selama 30 menit sebelum pasukan mulai beroperasi di lapangan. Ia mengatakan helikopter-helikoper itu melepaskan misil ke dua rumah, satu di antaranya rata dengan tanah.

Begitu helikopter mendarat, personel pasukan khusus meledakkan tembok di lokasi sasaran untuk mencegah adanya granat di pintu utama, dan mereka mulai operasi, kata Trump.

Presiden Trump mengatakan Baghdadi meninggal "setelah lari ke terowongan yang buntu, merintih dan menangis dan menjerit."

"Lokasi kemudian dibersihkan, dengan orang yang ada di situ menyerah atau ditembak mati. Sebelas anak dikeluarkan dari rumah itu tanpa cedera. Yang tertinggal hanyalah Baghdadi di terowongan, yang menyeret tiga anak bersamanya sampai meninggal," tambahnya.

"Ia meraih ujung terowongan, saat anjing penyerbu mengejarnya. Ia meledakkan rompi, menewaskannya dan tiga anak. Tubuhnya remuk akibat ledakan."

Foto-foto dan video setelah penyerbuan pasukan khusus AS itu menunjukkan puing-puing gedung yang hancur serta mini bus yang terbakar dengan lubang-lubang bekas tembakan.

Trump mengatakan tes yang dilakukan terhadap tubuh pria yang meledakkan diri di terowongan, "memberikan kepastikan secara langsung dan identifikasi positif" bahwa itu adalah Baghdadi.

"Kepastian itu sangat cepat dan berlangsung sekitar 15 menit setelah ia terbunuh," kata Trump.

Tes dilakukan oleh teknisi yang mendampingi pasukan khusus dan membawa sampel DNA Baghdadi bersama mereka, kata Trump.

Teknisi itu juga membawa "bagian penting" jenazah dihelikopter, menurut Trump.

Namun sejauh ini belum ada konfirmasi independen terkait kematian Baghdadi. Para pendukung ISIS telah memperingatkan satu sama lain untuk mempercayai pengumuman dari AS ini. [bbc/lat]


Komentar

Embed Widget
x