Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 20:42 WIB

Pemimpin ISIS Tewas, Poin Trump Lawan Pemakzulan

Senin, 28 Oktober 2019 | 07:24 WIB
Pemimpin ISIS Tewas, Poin Trump Lawan Pemakzulan
(Foto: voa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, telah tewas dalam serangan yang dipimpin pasukan AS di Suriah, Sabtu malam pekan lalu--salah satu pencapaian Presiden Donald Trump dalam hal keamanan nasional yang paling penting. Kejadian ini akan membantu Trump saat ia melawan penyelidikan pemakzulan yang diluncurkan oleh Partai Demokrat sejak bulan lalu.

Penyelidikan pemakzulan berfokus pada permintaan Trump pada Ukraina untuk menyelidiki saingannya, Joe Biden, demi kepentingan pribadinya. Putra Biden, Hunter, telah bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina.

Trump sendiri telah mengumumkan secara resmi tewasnya al-Baghdadi pada Minggu kemarin dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

Baghdadi bunuh diri bersama tiga anaknya dengan meledakkan rompi bermuatan bahan peledak ketika ia melarikan diri dari pasukan AS ke sebuah terowongan buntu. Penyerangan tersebut terjadi di wilayah Idlib di Suriah Barat Laut.

Jasad Baghdadi telah diidentifikasi secara positif melalui sebuah tes DNA 15 menit setelah dia meninggal, kata Trump.

Di bawah pemerintahan Baghdadi yang lahir di Irak, ISIS bertanggung jawab atas serangan mengerikan terhadap agama minoritas. Selain itu, ISIS juga bertanggungjawab atas serangan yang terjadi di lima benua.

"Tadi malam AS telah menghukum pemimpin teroris dunia nomor satu itu," kata Presiden Trump. "Tidak ada tentara Amerika yang tewas dalam operasi ini, tapi sejumlah besar pejuang al Baghdadi terbunuh."

Kematian Baghdadi adalah kemenangan penting bagi Trump setelah keputusannya yang tiba-tiba untuk menarik pasukan AS dari Suriah. Keputusan tersebut telah memicu kecaman keras, termasuk dari sesama Republik. Langkah itu dianggap dapat membangkitkan ISIS.

"Penjahat yang berusaha sangat keras untuk mengintimidasi orang lain menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam ketakutan, panik dan ketakutan, takut pasukan Amerika menyerang dia," kata Trump.

"Dia mencapai ujung terowongan ketika anjing-anjing kami mengejarnya. Dia menyalakan rompinya, membunuh dirinya sendiri dan ketiga anaknya. Tubuhnya dimutilasi oleh ledakan. Terowongan telah runtuh padanya," tambahnya.

Rusia membuka wilayah udaranya untuk membantu serangan itu dan sekutu-sekutu Kurdi memberikan beberapa informasi yang bermanfaat, kata Trump. Ia menyaksikan operasi itu tersebut dengan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat lainnya.

Trump mengatakan serangan itu tidak akan mengubah keputusannya untuk menarik pasukan dari Suriah.[voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x