Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 04:01 WIB

Korut: Hubungan Trump dengan Kim Tetap Istimewa

Jumat, 25 Oktober 2019 | 11:11 WIB
Korut: Hubungan Trump dengan Kim Tetap Istimewa
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Korea Utara (Korut) memuji penilaian politik Presiden AS Donald Trump, namun mencela pemerintahannya yang bersikap "bermusuhan." Indikasi terbaru, Korutlebih memilih untuk berurusan dengan Trump daripada perunding-perundingnya.

Korut kelihatannya dengan marah meninggalkan pembicaraan nuklir dengan AS awal bulan ini di Swedia, tetapi hari Kamis kemarin Korut menyampaikan banyak hal baik tentang Presiden Donald Trump.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korut yang memuji "penilaian dan niat politik Trump" mengatakan, hubungan Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong Un tetap "istimewa." Dia mengatakan, dia mengetahuinya karena baru-baru ini berbicara dengan pemimpin Korea Utara itu.

Masalahnya, kata pejabat itu, para pembuat kebijakan lainnya bersikap "bermusuhan" kepada Korut "tanpa sebab".

Seorang peneliti di Asan Institute of Policy Studies di Seoul, Shin Beom-chul mengatakan, pernyataan itu adalah bagian dari strategi jangka panjang Korea Utara.

"Mereka percaya bahwa hanya Presiden Trump yang mungkin dapat menerima proposal mereka. Jadi, mereka terus menekankan pendekatan dari atas ke bawah. Mereka selalu memuji Presiden Trump," ulasnya.

Korut memuji Trump selama berbulan-bulan, sementara mengecam pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan baru-baru ini juga mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Shin mengatakan hal itu memang disengaja.

"Mereka memecah-belah Presiden Trump dan para pejabatnya. Dengan melakukan itu, Korea Utara mencari pendekatan dari atas ke bawah, yang berarti pada pertemuan puncak antara Presiden Kim Jong Un dan Presiden Trump, mereka mengharapkan AS akan memberi konsesi untuk Korea Utara," tambah Shin.

Trump dan Kim telah saling menulis surat pribadi tiga kali sejak Juni. Trump pada satu titik mengatakan, dia dan Kim jatuh cinta. Namun, hubungan itu gagal mengubah hubungan AS-Korut lebih luas. Mereka juga gagal menjamin kemajuan dalam melucuti senjata nuklir Korut.

Pembicaraan terhenti pada Februari ketika Trump menghentikan KTT dengan Kim di Hanoi, Vietnam. Korut setuju melakukan pembicaraan tingkat kerja di Stockholm bulan ini, tetapi meninggalkan pembicaraan hanya setelah satu sesi.

Pada hari Kamis, Korut menegaskan kembali batas waktu akhir tahun bagi AS untuk mengubah pendekatannya pada pembicaraan nuklir. Baru-baru ini Korut juga memperingatkan akan melanjutkan uji coba nuklir atau rudal jarak jauh. [voa/lat]

Komentar

x