Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 10:46 WIB

Iran Siapkan Pertukaran Tahanan, AS Bungkam

Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:43 WIB
Iran Siapkan Pertukaran Tahanan, AS Bungkam
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi - (Foto: AP Photo)
facebook twitter

INILAHCOM, Teheran--Iran mengatakan telah memberikan daftar tahanan yang ingin dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan AS. Namun pejabat-pejabat AS masih belum memberi tanggapan jelas, lapor VOA, Selasa (22/10/2019).

Berbicara pada wartawan di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan pihaknya telah memberikan daftar nama orang Iran yang ditahan AS dan siap ditukar dengan orang AS yang mereka tahan. Mousavi tidak merinci siapa saja yang ada dalam daftar itu atau bagaimana ia menyerahkan daftar itu ke Washington.

Tetapi Mousavi mengatakan pemerintah Iran yakin sekitar 20 warga Iran telah ditahan oleh AS atas apa yang dianggap sebagai tuduhan "tidak berdasar" terkait sanksi-sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Ia menyebut salah satu di antaranya, yaitu ilmuwan Iran Masoud Soleimani, yang dimasukkan dalam daftar itu karena keprihatinan akan kesehatannya.

Otorita berwenang AS menahan Soleimani, seorang peneliti sel induk, ketika tiba di bandara Chicago, Oktober 2018 lalu. Ia dituduh berupaya mengekspor bahan-bahan biologis ke Iran, yang melanggar sanksi ekonomi terhadap negara itu.

Ditanya VOA untuk memastikan apakah Departemen Luar Negeri telah menerima daftar untuk pertukaran tahanan itu, juru bicara Departemen Luar Negeri menolak menyampaikan komentar secara khusus dan hanya menegaskan kembali kebijakan Amerika bahwa "memulangkan sandera-sandera yang ditahan Republik Islam Iran merupakan satu prioritas utama pemerintah Amerika."

Iran telah menahan setidaknya empat warga AS karena pelanggaran terkait keamanan, yang oleh keluarga dan pendukung mereka dianggap sebagai tuduhan palsu. Salah seorang diantaranya adalah mantan tentara AS, Michael R. White, peneliti Universitas Princeton keturunan China, Xiyue Wang, pebisnis AS keturunan Iran Siamak Namazi dan ayahnya yang sudah lansia, Mohammad Bagher Namazi.

Warga AS kelima adalah pensiunan FBI Robert Levinson, yang hilang di Irak 12 tahun lalu, namun keluarganya yakin ia masih ditahan di Iran. Hal yang telah disangkal Teheran.

Sebelumnya kantor berita Reuters mengutip seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS bulan lalu mengatakan Iran telah menerima surat dari pemerintah AS yang dikirim awal tahun ini untuk mengupayakan diskusi tentang nasib beberapa warga AS yang ditahan di Iran. Pejabat yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan upaya AS untuk menghubungi pejabat-pejabat Iran untuk membahas hal itu masih berlanjut.

Pejabat AS yang dikutip oleh Reuters itu tampaknya merujuk surat yang menurut Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif diterimanya dari Utusan Khusus Amerika Untuk Urusan Sandera (ketika itu) Robert OBrien. OBrien kini menjabat sebagai Penasehat Keamanan Nasional AS.[voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x