Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 02:03 WIB

Turki Terus Serang Suriah, Korban Tewas Bertambah

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:11 WIB
Turki Terus Serang Suriah, Korban Tewas Bertambah
(Foto: bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Jumlah korban meninggal dunia bertambah, sementara Turki melanjutkan serangan lintasperbatasan terhadap wilayah yang dikuasai kelompok Kurdi di Suriah.

Paling tidak 11 warga sipil meninggal dan puluhan petempur SDF pimpinan Kurdi serta kelompok pro-Turki terbunuh, kata sejumlah laporan, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (12/10/2019).

Korban tewas pertama dari pihak tentara Turki telah dipastikan militer Turki.

Sekitar 100 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka, sementara dunia mendesak dihentikannya peningkatan kekerasan.

Partai Republik di DPR AS mengumumkan rencana RUU sanksi terhadap Turki, sementara Presiden Donald Trump telah menawarkan diri sebagai penengah.

Turki mulai bergerak di Suriah bagian utara pada hari Rabu (9/10/2019) setelah Trump menarik pasukan AS dari wilayah tersebut.

Mereka yang mengecam menganggap penarikan pasukan AS sama saja dengan memberikan izin bagi Turki untuk memulai serangan lintas perbatasan.

Turki membela diri dengan mengatakan bahwa aksinya merupakan upaya untuk menciptakan "zona aman" yang bebas dari milisi Kurdi dan dapat digunakan untuk menampung pengungsi Suriah.

"Kami tidak akan berhenti terlepas apapun yang dikatakan orang," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Turki memandang milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF)--yang menguasai wilayah perbatasan--sebagai "teroris" yang mendukung pemberontahan anti-Turki.

SDF menjadi sekutu penting AS dalam perang melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Kekhawatiran utama masyarat internasional adalah nasib ribuan tahanan terduga ISIS, termasuk banyak warga asing di dalamnya, yang berada di bawah penjagaan pasukan Kurdi. [bbc/lat]

Komentar

x