Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 20:31 WIB

Saudi Pertama Kali Buka Diri Wisata Asing

Sabtu, 28 September 2019 | 06:02 WIB
Saudi Pertama Kali Buka Diri Wisata Asing
Makam Qasr al-Farid di Madain Saleh - (bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Riyadh--Arab Saudi untuk pertama kalinya membuka diri untuk wisatawan asing sebagai bagian dari upaya menghentikan ketergantungan ekonomi pada minyak dengan membuka sektor pariwisata.

Saudi akan meluncurkan skema visa untuk 49 negara, langkah pertama yang dilakukan setelah sebelumnya hanya terbatas pada visa umroh dan haji, pebisnis dan pekerja asing.

Namun Mekkah dan Madinah tetap tertutup untuk non-Muslim.

Menteri Pariwisata Ahmad al-Khateeb mengatakan ini adalah suatu "momen bersejarah" bagi negaranya.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong sektor penanaman modal dari industri pariwisata. Kerajaan berharap sumbangan pariwisata akan meningkat dari 3% menjadi 10% dalam produk domestik bruto di tahun 2030.

"Pengunjung akan terkejut ... dengan kekayaan yang kami miliki untuk kami pamerkan (dengan para wisatawan)--lima Situs Warisan Budaya Dunia Unesco, kekayaan budaya setempat dan keindahan alam," kata al-Khateeb.

Perempuan asing tidak diwajibkan memakai abaya atau jubah yang harus dipakai perempuan Saudi di tempat umum. Tetapi para turis tetap harus memakai pakaian yang sopan. Juga tidak akan ada batasan bagi perempuan yang mengunjungi Saudi tanpa pendamping.

"Kami memiliki kebudayaan. Kami meyakini teman dan tamu kami akan menghormati kebudayaan, tetapi sudah pasti haruslah sopan dan ini harus sangat jelas," kata al-Khateeb.

Warga non-Muslim masih tidak diizinkan mengunjungi kota suci seperti Mekkah dan Madinah. Larangan alkohol juga tetap berlaku.

Rincian kebijakan ini, termasuk negara-negara yang berhak mendapatkannya, akan diumumkan kemudian.

Tetapi Menteri Pariwisata Ahmad al-Khateeb mengatakan dirinya tidak percaya bahwa serangan baru-baru ini terhadap industri minyak Saudi pada hari Sabtu (14/9/2019) lalu akan membuat orang enggan berkunjung.

"Kota-kota kami adalah salah satu yang paling aman di dunia. Karena itu, kami sama sekali tidak percaya itu akan berpengaruh. Banyak orang asing hidup di Arab Saudi, menikmati Arab Saudi. Kami sangat aman," katanya. [bbc/lat]

Komentar

x