Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 01:31 WIB

Demo Menentang Presiden

Ratusan Orang Ditangkap di Mesir

Selasa, 24 September 2019 | 09:40 WIB
Ratusan Orang Ditangkap di Mesir
(Foto: bbci)
facebook twitter

INILAHCOM, Kairo--Pegiat hak asasi manusia Mesir mengatakan ratusan orang telah ditangkap setelah terjadi unjuk rasa menentang pemerintah selama beberapa hari.

Seorang pengacara HAM mengatakan hampir 500 orang telah ditahan. Belum didapat konfirmasi jumlah resmi warga yang ditangkap. Demikian BBC melaporkan, Selasa (24/9/2019).

Salah satu dakwaan terhadap pengunjuk rasa adalah "penyebaran berita palsu di media sosial" dan berdemonstrasi tanpa izin.

Hari Sabtu (21/9/2019) di pelabuhan Suez sekitar 200 orang pengunjuk rasa turun ke jalan, menuntut pengunduran diri Presiden Abdel Fattah al-Sisi.

Demonstrasi pada hari Jumat (20/9/2019) di Lapangan Tahrir, Kairo dilakukan terkait dengan dugaan korupsi terhadap pemerintah. Unjuk rasa juga terjadi di sejumlah kota lainnya.

Polisi menembakkan gas air mata, bentrok dan menangkap para pengunjuk rasa.

"Terdapat sekitar 200 orang. Mereka (pihak keamanan) menembakkan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam, sejumlah orang cedera," kata seorang pria yang ikut serta protes tetapi tidak mau disebutkan namanya kepada AFP.

Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan pengunjuk rasa menyatakan Presiden Sisi sebagai "musuh Allah".

Pada hari Sabtu, Mohamed Ali mendesak warga Mesir untuk bergabung dalam "pawai satu juta orang" pada hari Jumat minggu ini dan memenuhi semua "lapangan utama" di Mesir.

Presiden Sisi menyatakan berbagai tuduhan tersebut sebagai "kebohongan dan fitnah".

Protes sangat jarang terjadi sejak Presiden Sisi berkuasa pada tahun 2014 lewat pengambilalihan kekuasaan militernya atas presiden Mesir yang untuk pertama kalinya terpilih secara demokratis, Mohammed Morsi.

Tetapi terjadi peningkatan kemarahan sejak pengusaha dan aktor Mesir, Mohamed Ali mengunggah serangkaian video di internet yang menuduh pemimpin negara membuang-buang jutaan poundsterling untuk membangun rumah dan hotel mewah, padahal jutaan warga Mesir hidup dalam kemiskinan.

Dalam beberapa tahun terakhir Mesir menerapkan kebijakan penghematan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x