Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 01:29 WIB

Buntu dengan AS, Pemimpin Taliban ke China

Senin, 23 September 2019 | 09:39 WIB
Buntu dengan AS, Pemimpin Taliban ke China
(Foto: AP Photo)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Delegasi pemimpin Taliban Afghanistan melangsungkan pertemuan dengan pejabat-pejabat senior China untuk membahas perundingan damai dengan AS yang mengalami kebuntuan, lapor VOA, Senin (23/9/2019).

Lawatan delegasi Taliban itu hanya berselang dua minggu setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba membatalkan perundingan damai yang telah diusahakan pemerintahannya selama beberapa bulan ini, karena adanya serangan Taliban secara terus menerus di Afghanistan.

AS dan Taliban diyakini sudah hampir mencapai perjanjian damai guna mengakhiri perang di Afghanistan yang sudah berlangsung selama 18 tahun, sebelum Trump menyatakan bahwa proses perdamaian itu "mati."

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan sembilan anggota delegasinya terbang ke Beijing, di bawah pimpinan Mullah Baradar, kepala kantor politik Taliban di Qatar, tuan rumah perundingan damai AS dan Taliban.

Belum ada pernyataan dari pejabat-pejabat China tentang pertemuan dengan delegasi Taliban itu.

Sebelum melawat ke China, Taliban telah mengirim perwakilan politik ke Rusia dan Iran untuk membahas perkembangan pasca pembatalan perundingan oleh Presiden Trump. Shaheen, yang merupakan bagian dari delegasi yang melawat ke Beijing, mengatakan Rusia dan Iran sama-sama mendukung upaya Taliban untuk mendorong perdamaian dan keamanan di Afghanistan.

Upaya Taliban itu dilakukan sewaktu Afghanistan bersiap melangsungkan pemilu presiden keempat akhir minggu ini, di tengah tuduhan bahwa Presiden Ashraf Ghani--yang sedang bertarung agar terpilih kembali--menggunakan uang pemerintah untuk berkampanye. Tim Ghani telah menyangkal tuduhan itu.

Taliban mengancam akan melancarkan serangan terhadap kegiatan-kegiatan terkait pemilu guna mengganggu pemungutan suara tanggal 28 September mendatang. Seorang pembom bunuh diri menarget kampanye pemilu Ghani pekan lalu di Provinsi Parwan, menewaskan sekitar 30 orang dan melukai banyak lainnya. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x