Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 09:54 WIB

Shinjiro Koizumi, Sosok Calon PM Jepang

Selasa, 17 September 2019 | 16:19 WIB
Shinjiro Koizumi, Sosok Calon PM Jepang
(Foto: BBC)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Bulan lalu, Shinjiro Koizumi ramai diberitakan media massa di Jepang setelah dia mengumumkan pernikahan dengan seorang bintang televisi dan kemungkinan bakal mengambil cuti untuk mengurus anak.

Langkah itu sungguh jarang di negara yang kaum perempuannya diharapkan menjadi sosok utama dalam mengawal pendidikan anak, meski ada upaya dari negara untuk meningkatkan kesetaraan gender.

Pada usia 38 tahun, Koizumi, yang kerap disebut Shinjiro untuk membedakan dari ayahnya (mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi), sering menjadi sorotan media. Namanya beberapa kali digadang-gadang sebagai sosok yang layak diperhitungkan sebagai kandidat perdana menteri.

Karena itu, tak heran bahwa pekan ini Shinjiro kembali diberitakan setelah ditunjuk menjadi menteri lingkungan dalam kabinet PM Shinzo Abe, sekaligus menyandang predikat sebagai menteri termuda ketiga sejak Perang Dunia II.

"Saya membandingkannya dengan seorang 'peselancar' yang tampak sangat baik di depan hadirin di pantai, tapi tidak pernah ke laut," kata Atsuo Ito selaku analis politik kepada BBC, seperti dilaporkan, Selasa (17/9/2019).

"Kita akan menyaksikan seberapa mumpuninya dia mengingat saat ini, sebagai seorang menteri, dia tidak bisa menghindari ombak keras dari publik," lanjutnya.

Shinjiro Koizumi, dari partai berkuasa Liberal Demokratik, dipilih sebagai anggota majelis rendah parlemen Jepang pada 2009 setelah dirinya memenangi suara untuk menduduki kursi yang ditinggalkan ayahnya.

Dia adalah generasi keempat dar keluarga Koizumi yang menduduki kursi parlemen.

Sebelum menjadi menteri, jabatan paling berpengaruh yang dia emban adalah wakil menteri di parlemen untuk bidang rekonstruksi wilayah Tohoku yang dilanda tsunami.

Dia pernah memberi isyarat bahwa berisiko menerima jabatan penting dalam waktu terlalu cepat. Namun, beberapa orang dekatnya meyakini dia tengah mengincar jabatan perdana menteri dan mungkin tidak mau menunggu terlalu lama untuk bertarung mendudukinya.

Dalam beberapa jajak pendapat, namanya kerap dipilih oleh responden sebagai sosok yang mereka inginkan sebagai perdana menteri.

"Dia adalah pria muda yang tergesa-gesa," kata seorang yang tidak disebutkan identitasnya kepada kantor berita Reuters. [bbc/lat]

Komentar

x