Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 13:19 WIB

Kebijakan Baru Turki, Target Media Online

Kamis, 5 September 2019 | 09:55 WIB
Kebijakan Baru Turki, Target Media Online
(voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Ankara--Turki mulai mengendalikan badan penyiaran lewat internet, memaksa pemberlakuan sensor pemerintah pada kantor-kantor berita independen yang baru dan raksasa hiburan seperti Netflix.

Berdasarkan undang-undang baru yang diberlakukan minggu ini, seperti dilaporkan VOA, Kamis (5/9/2019), badan-badan penyiaran online akan diatur oleh pengawas siaran negara-- yang dikenal sebagai RTUK--yang dikendalikan oleh sekutu-sekutu Presiden Recep Tayyip Erdogan yang konservatif.

Sejumlah kritikus memperkirakan lebih banyak sensor pemerintah akan dilakukan seiring semakin banyaknya media yang mengalihkan operasinya ke dunia maya.

"Mereka akan menarget radio dan televisi yang siaran melalui internet," ujar Yaman Akdeniz, pakar hukum di Universitas Bilgi, Istanbul.

"Begitu pula layanan menonton video yang beroperasi dengan ijin tersendiri, yang pada kenyataannya akan menjadi piranto sensor bagi pemerintah," tambahnya.

Pengamat media internasional mengatakan Erdogan telah mengendalikan seluruh siaran telestrial. Ini merupakan tanggapannya terhadap melonjaknya media digital yang independen, di mana banyak wartawan terkemuka di Turki yang dipecat media-media arus utama, kini pindah ke media online.

"Erdogan menyadari bahwa media yang selama ini dikendalikannya tidak lagi ditonton atau dibaca di Turki. Delapan puluh lima persen rumah tangga di Turki kini memiliki internet dan 70% generasi muda mendapatkan seluruh informasi dari media sosial dan internet," ujar Atilla Yesilada, analis di perusahaan konsultan Global Source Partners. [voa/lat]

Komentar

x