Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 20:24 WIB

Perjanjian dengan Taliban, AS Tarik 5.400 Serdadu

Selasa, 3 September 2019 | 10:46 WIB
Perjanjian dengan Taliban, AS Tarik 5.400 Serdadu
(bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--AS akan menarik 5.400 tentara dari Afghanistan dalam waktu 20 minggu ke depan sebagai bagian dari kesepakatan "secara prinsip" dengan kelompok milisi Taliban.

Juru runding Washington, Zalmay Khalilzad pertama kali mengungkap perincian kesepakatan yang sudah lama ditunggu-tunggu itu dalam sebuah wawancara televisi setelah memberi pengarahan kepada para pemimpin Afghanistan tentang perjanjian tersebut.

Namun ia mengatakan persetujuan akhir tetap ada di tangan Presiden AS Donald Trump. Demikian laporan BBC, Selasa (3/9/2019).

Terjadi ledakan besar di Kabul saat wawancara tersebut ditayangkan. Taliban mengklaim berada di balik serangan itu, yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Mereka menyebut pasukan asing adalah sasarannya.

Bom juga menyasar kompleks perumahan warga asing dan Taliban mengatakan ada keterlibatan orang-orang bersenjata.

Serangan tersebut menyoroti kekhawatiran bahwa negosiasi AS dengan Taliban tidak akan mengakhiri kekerasan sehari-hari di Afghanistan dan jatuhnya korban warga sipil.

Kelompok milisi itu kini menguasai paling banyak wilayah sejak invasi AS pada 2001 dan sejauh ini menolak untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan, yang mereka cemooh sebagai boneka AS.

Kesepakatan yang dipaparkan oleh Khalilzad dalam wawancara dengan Tolo News adalah hasil dari sembilan putaran perundingan damai yang sebelumnya diadakan di Qatar.

Sebagai imbalan atas penarikan pasukan AS, Taliban akan memastikan bahwa Afghanistan tidak akan pernah lagi digunakan sebagai pangkalan untuk kelompok-kelompok milisi yang berusaha menyerang AS dan sekutunya.

"Kami telah sepakat bahwa jika kondisinya berjalan sesuai dengan perjanjian, kami akan meninggalkan lima pangkalan yang kami tempati sekarang dalam waktu 135 hari," kata Khalilzad.

AS saat ini menempatkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan.

Seorang juru bicara Taliban mengonfirmasi lewat pesan teks kepada BBC bahwa rincian penarikan pasukan seperti yang diuraikan oleh Khalilzad benar.

Penarikan pasukan yang tersisa akan tergantung pada kondisi, termasuk dimulainya perundingan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban serta gencatan senjata, lapor wartawan BBC Lyse Doucet dari Kabul.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan mempelajari kesepakatan itu sebelum memberikan pendapat, kata juru bicaranya Sediq Seddiqqi. Dia mengatakan pemerintah masih perlu bukti bahwa Taliban benar-benar berkomitmen pada perdamaian.

Banyak orang di Afghanistan khawatir bahwa kesepakatan AS-Taliban dapat mengikis hak-hak dan kebebasan yang telah mereka dapatkan dengan susah payah.

Kelompok milisi itu menerapkan hukum agama yang ketat dan memperlakukan perempuan secara brutal saat mereka berkuasa dari tahun 1996 hingga 2001. [bbc/lat]

Komentar

x