Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 09:14 WIB

India Ancam Copot Kewarganegaraan 1,9 Juta Orang

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 19:19 WIB
India Ancam Copot Kewarganegaraan 1,9 Juta Orang
(telegraphindia.com)
facebook twitter

INILAHCOM, Dispur - Pemerintah India merilis versi final daftar nama yang secara efektif mencopot kewarganegaraan sekitar 1,9 juta warga di negara bagian Assam.

National Register of Citizens (NRC) merupakan daftar nama orang-orang yang dapat membuktikan mereka datang ke Assam pada 24 Maret 1971, satu hari sebelum Bangladesh mendeklarasikan kemerdekaan dari Pakistan.

Mengutip BBC, Sabtu (31/8/2019), warga Assam yang tidak ada dalam NRC versi final memiliki waktu 120 hari untuk mengajukan gugatan ke pemerintah setempat. Belum diketahui tindakan apa yang akan diambil India terhadap mereka yang kehilangan kewarganegaraan.

Pemerintah India menegaskan proses pembaruan NRC ini diperlukan untuk mengidentifikasi para imigran gelap dari Bangladesh.

Selama ini, pemerintah Negeri Hindustan itu telah menahan ribuan orang yang dicurigai sebagai orang asing di Assam. Namun hingga kini belum ada satu pun orang yang dideportasi dari negara bagian tersebut.

Kerangka versi final NRC yang dibuat tahun lalu telah membuat sekitar empat juta warga Assam kehilangan kewarganegaraan.

NRC pertama kali dibuat pada 1951 untuk menentukan siapa yang lahir di Assam, dan siapa yang berstatus imigran asal Bangladesh.

Semua warga di Assam diwajibkan menyerahkan dokumen untuk memperlihatkan garis keturunan dan tempat kelahiran. Sementara mereka yang tidak dapat membuktikan semua itu akan dianggap pendatang ilegal.

Partai Bharatiya Janata (BJP), tempat Perdana Menteri Narendra Modi bernaung, telah lama memberantas keimigrasian ilegal di India. Dalam beberapa tahun terakhir, BJP telah menjadikan NRC sebagai salah satu prioritas kerja.

Assam adalah salah satu negara bagian di India yang dihuni banyak etnis. Sepertiga dari total 32 juta warga Assam adalah Muslim, yang jumlahnya kedua terbesar setelah wilayah Kashmir.

Banyak dari Muslim di Assam adalah keturunan imigran yang menetap di sana usai pemerintahan kolonial Inggris. [ikh]

Komentar

Embed Widget
x