Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 08:12 WIB

Iran: AS Harus Cabut Sanksi Sebelum Dialog

Rabu, 28 Agustus 2019 | 09:17 WIB
Iran: AS Harus Cabut Sanksi Sebelum Dialog
Presiden Hassan Rouhani - (Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Teheran--Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan jika Presiden AS Donald Trump ingin mengadakan pembicaraan, dia harus mencabut semua sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran.

Rouhani mengatakan bahwa negaranya telah menjelaskan tidak memiliki keinginan untuk membangun senjata nuklir, dan menyebut sanksi itu "ilegal, tidak adil dan tidak wajar."

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan "ada peluang yang sangat bagus" dia akan bertemu dengan Rouhani dalam beberapa minggu mendatang untuk mencoba menegosiasikan perjanjian baru untuk membatasi program nuklir Iran, dan menggantikan kesepakatan internasional 2015. Presiden Trump menarik AS dari perjanjian itu tahun lalu.

Trump, yang berbicara pada akhir KTT G7 para pemimpin negara-negara maju di Perancis, mengatakan, "Saya kira Iran ingin bertemu."

Pemimpin Amerika itu mengatakan sanksi ekonomi yang diterapkannya kembali terhadap Iran setahun yang lalu "benar-benar merugikan mereka" karena Trump telah berusaha untuk secara tajam membatasi ekspor minyak Iran.

Namun, Trump memprediksi pertemuan dengan Rouhani dengan syarat bahwa Iran tidak menciptakan lebih banyak ketegangan di luar negeri dengan unjuk kekuatan dan serangan militer. Dia mengatakan setiap kesepakatan baru harus melarang uji coba senjata nuklir dan rudal balistik Iran dan mencakup periode yang lebih lama dari kerangka waktu 10 tahun yang ditentukan dalam perjanjian 2015. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x