Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:35 WIB

Australia akan Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

Senin, 26 Agustus 2019 | 08:36 WIB
Australia akan Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Sydney--Australia akan mengirim kapal perang dan pesawat pengintai ke Teluk Persia guna bergabung dalam sebuah usaha internasional melawan tindakan Iran di Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran paling penting di dunia. VOA melaporkan, Senin (26/8/2019).

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pasukan Inggris membantu penguasa di Gibraltar menyita sebuah tanker Iran, yang diduga mengangkut minyak untuk Suriah, sebuah pelanggaran atas sanksi Uni Eropa. Iran membalas dengan menyita sebuah kapal Inggris di Teluk Persia.

Sebelumnya bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, ketika berkunjung ke Sydney, mendesak Australia agar bergabung dalam usaha melawan "serangan Iran pada pelayaran internasional di Selat Hormuz."

Pemerintah di Canberra telah memutuskan untuk mengirim kapal perang, pesawat pengintai, dan personil militer bergabung dalam misi yang dipimpin AS itu. Kapal fregat atau pergata dijadwalkan tiba bulan Januari. Para pejabat yakin gangguan terhadap jalur minyak di Selat Hormuz itu merupakan "ancaman potensial" terhadap perekonomian Australia.

Tiga puluh persen impor minyak Australia diangkut lewat rute pelayaran utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

PM Scott Morrison mengatakan, penting bahwa tanker-tanker minyak itu bisa berlayar secara bebas melewati jalur laut yang sempit itu.

"Keputusan kami didasarkan pada kepentingan nasional kami, dan hanya berdasarkan kepentingan nasional kami. Kami mempertimbangkan kepentingan Australia dalam hal ini, komitmen pada isu-isu seperti kebebasan navigasi, pelayaran. Saya menimbang rincian yang akurat seberapa besar pasokan minyak kami berasal dari jalur ini, dan jelas ada kepentingan kami di sini," kata Morrison.

PM Morrison berada di Perancis untuk pertemuan G7 di mana keterlibatan Australia di Selat Hormuz akan dibahas dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya.

Australia menegaskan, perannya adalah untuk menurunkan ketegangan yang meningkat di kawasan. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x