Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:46 WIB

KTT G7 Dibuka Hari Ini di Prancis

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 07:00 WIB
KTT G7 Dibuka Hari Ini di Prancis
(Foto: staticflickr)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-- KTT tahunan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) ke-45 akan berlangsung hari ini, Sabtu (24/8/2019) hingga Senin (26/8/2019) di Casino Municipal, Biarritz, Prancis. Kebakaran hutan hujan di kawasan Amazon, Brasil diperkirakan akan menjadi salah satu bahasan utama.

"Rumah kita sedang terbakar," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat Twitter. "Hutan Amazon adalah paru-paru yang menghasilkan 20 persen oksigen di bumi ini sedang terbakar. Ini adalah krisis internasional," tambahnya. Ia lalu meminta supaya kebakaran hutan di kawasan Amazon dijadikan topik pembahasan nomor satu dalam KTT G7.

Foto-foto satelit menunjukkan asap yang menutupi kawasan luas Amerika selatan yang disebabkan kebakaran hutan itu.

Lembaga riset antariksa Brasil melaporkan minggu ini ada 73.000 titik api di kawasan Amazon saat ini, kenaikan 83 persen dibanding tahun lalu.

Pakar lingkungan mengatakan, penyebabnya adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dari kelompok ekstrem kanan, yang mendorong petani dan pihak-pihak lain untuk membuka hutan guna pertanian, peternakan dan industri.

Bolsonaro juga dikecam karena sikapnya yang anti-lingkungan, demi memperkaya industri perminyakan, pertambangan, peternakan dan perkayuan. Bolsonaro menyebut hutan Amazon sebagai sumber ekonomi yang harus dimanfaatkan.

Tanpa memberikan bukti apapun, Bolsonaro juga menuduh kelompok-kelompok non-pemerintah dengan sengaja menyebabkan kebakaran itu untuk menjatuhkan pemerintahannya. Ia juga mengatakan pemerintahnya tidak punya kemampuan memadamkan kebakaran yang menghanguskan kawasan yang sangat luas.

Bolsonaro, mengatakan pemerintahnya "terbuka untuk dialog" tentang kebakaran di Amazon. Ia menuduh Presiden Prancis Macron menggunakan masalah domestik Brasil untuk "tujuan politik pribadi".

"Saran presiden Prancis untuk mendiskusikan masalah Amazon di G7 tanpa partisipasi negara yang terlibat mengesankan pola pikir penjajah yang salah tempat, yang tidak cocok dengan abad 21," tulisnya di media sosial.

Sebagai hutan hujan terbesar di dunia, Amazon adalah gudang karbon yang penting dalam memperlambat laju pemanasan global.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengatakan ia "sangat khawatir" akan kebakaran di sana.

"Di tengah krisis iklim global, kita tidak bisa membiarkan lebih banyak kerusakan pada sumber terbesar oksigen dan biodiversitas. Amazon harus dilindungi," ujarnya dalam sebuah twit. [voa/bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x