Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:20 WIB

Di Rusia, 3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 06:02 WIB
Di Rusia, 3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka
(Foto: bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow--Tiga saudari kandung menikam dan menghantam ayah mereka yang sedang tidur hingga meninggal dunia di apartemen mereka di Moskow.

Penyelidik memastikan bahwa sang ayah selama bertahun-tahun menyiksa ketiga remaja putri itu secara fisik maupun psikologis.

Ketiganya didakwa melakukan pembunuhan, dan kini menjadi perdebatan besar di Rusia. Lebih dari 300.000 tanda tangan dikumpulkan dalam sebuah petisi guna meminta agar mereka dibebaskan. Demikian BBC melaporkan, Jumat (23/8/2019).

Peristiwa tragis itu bermula pada 27 Juli 2018 malam saat Mikhail Khachaturyan memanggil ketiga putrinya, yakni Krestina, Angelina, dan Maria secara bergantian ke kamarnya. Pria berusia 57 tahun itu memarahi mereka karena tidak membersihkan apartemen dengan benar. Ia juga menyemprotkan gas merica ke wajah mereka.

Tak lama sesudahnya, ketika Mikhail tidur, ketiga remaja putri itu menyerangnya dengan pisau, martil, dan semprotan merica. Sang ayah meninggal dunia akibat luka di kepala, leher, dan dada. Ia ditemukan tak bernyawa dengan 30 luka tusuk.

Ketiga remaja ini kemudian memanggil polisi dan mereka ditangkap di lokasi.

Penyelidikan kemudian menemukan adanya sejarah panjang kekerasan dalam keluarga itu. Mikhail secara rutin memukuli dan menyiksa anak-anaknya dalam tiga tahun terakhir. Ia juga memenjara mereka dan menyiksa mereka secara seksual.

Bukti mengenai perihal ini dikutip dalam surat dakwaan.

Kasus ini segera menjadi bahan kontroversi di Rusia. Pegiat hak asasi manusia berpendapat ketiga remaja putri ini bukan penjahat, melainkan korban. Terutama karena tak ada cara lain bagi mereka untuk minta tolong dan melindungi diri dari ayah mereka yang kejam.

Namun di Rusia tak ada hukum yang melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ibu dari tiga remaja putri ini juga mengalami pemukulan oleh Mikhail, dan pernah minta tolong ke polisi beberapa tahun sebelumnya.

Para tetangga juga pernah mengadu ke polisi karena takut pada Mikhail, tapi tak ada tanda bahwa polisi melakukan tindakan apa-apa.

Saat pembunuhan terjadi, ibu ketiga remaja itu tak tinggal bersama mereka. Mikhail melarang ketiganya untuk mengontak ibu mereka.

Menurut penilaian psikiatris, ketiga perempuan muda ini hidup dalam isolasi dan mengalami post-traumatic stress (PTSD). [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x