Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:49 WIB

Korea Utara Ingatkan

Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru

Jumat, 23 Agustus 2019 | 08:34 WIB
Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Pyongyang--Seorang juru bicara pemerintah Korea Utaramengatakan, uji coba rudal jelajah jarak menengah AS baru-baru ini akan "memicu perang dingin baru" di kawasan Semenanjung Korea.

Juru bicara itu mengeluarkan pernyataan yang dimuat situs internet pemerintah bahwa Korea Utara masih tidak mengubah posisinya untuk menyelesaikan semua masalah melalui dialog dan negosiasi, tetapi "dialog yang disertai ancaman militer tidak menarik bagi kami."

Sikap Korea Utara itu dikemukakan pada hari setelah utusan AS untuk Korea Utara Stephen Biegun mengumumkan pemerintahan Trump siap untuk memulai kembali pembicaraan di tingkat kerja mengenai perundingan nuklir, menyusul pertemuan puncak kedua antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Rusia juga mengkritik AS karena menguji coba rudal darat yang hingga tiga pekan silam masih dilarang berdasarkan perjanjian senjata antara kedua negara.

"Amerika Serikat jelas telah melakukan tindakan yang memperuncing ketegangan militer," kata Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, sebut kantor berita resmi TASS.

Ryabkov mengatakan Rusia tidak akan terlibat dalam "perlombaan senjata yang mahal."

Rudal yang diluncurkan hari Minggu di Pulau San Nicolas, California itu, "secara akurat memengaruhi targetnya setelah terbang lebih dari 500 kilometer," sebut Pentagon dalam suatu pernyataan.

AS sebelumnya tidak dapat membuat rudal berbasis di darat dengan daya jangkau 500 hingga 5.500 kilometer karena perjanjian Kekuatan Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF), yaitu perjanjian pengendalian senjata dengan Rusia yang telah berlaku puluhan tahun.

Washington mundur dari perjanjian itu pada 2 Agustus lalu, dengan alasan Rusia telah melanggarnya selama bertahun-tahun. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x