Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:10 WIB

Trump: Yahudi AS Tidak Setia

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:15 WIB
Trump: Yahudi AS Tidak Setia
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump telah memicu perselisihan baru politik dengan orang-orang Yahudi AS dengan mengatakan mereka menunjukkan "ketidaksetiaan besar" dengan memilih Partai Demokrat yang beroposisi.

Orang-orang Yahudi AS selama beberapa dekade secara mayoritas memilih calon presiden dari Partai Demokrat, bukannya dari Partai Republik, termasuk Trump, bahkan ketika ia memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2016.

Trump menyerang warga Yahudi yang mendukung Partai Demokrat, dengan mengatakan mereka "menunjukkan kurang pengetahuan atau sangat tidak setia."

Trump mengatakan, orang-orang Yahudi yang memberikan suara kepada Partai Demokrat "tidak setia kepada bangsa Yahudi dan Israel."

Serangan Trump itu disampaikan ketika ia kembali menyerang dua Muslim anggota DPR yang baru pertama menjabat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, keduanya pengecam vokal Israel dan perlakuannya terhadap warga Palestina.

Rashida Tlaib ditolak masuk ke Israel minggu lalu setelah Trump menekan pemerintah Israel untuk menolak mereka. Tlaib kemudian diizinkan berkunjung dengan alasan kemanusiaan tetapi Tlaib mengatakan ia tidak akan pergi, dengan menyebut syarat-syarat Israel yang "menindas" untuk kunjungannya.

"Kemana perginya Partai Demokrat?" kata Presiden Trump. "Kemana mereka dengan membela kedua orang ini terkait negara Israel?" imbuhnya.

Calon-calon presiden Partai Demokrat yang berusaha untuk menantang Trump dalam pemilihan tahun 2020, dengan cepat mengecam Trump.

"Pesan saya kepada Trump: Saya bangga menjadi orang Yahudi, dan saya tidak punya masalah dengan memilih partai Demokrat," kata Bernie Sanders, salah satu tokoh Demokrat yang berada paling depan.

Mantan wakil presiden Joe Biden, tokoh Demokrat yang kini berada paling atas dalam daftar calon, mengatakan komentar Trump itu "menghina dan tidak bisa dimaafkan", sedangkan mantan anggota DPR Beto ORourke mengatakan, "orang Yahudi tidak perlu membuktikan kesediaannya kepada Donald Trump atau kepada siapapun."

Kelompok pelobi pro-Yahudi juga menyerang ucapan-ucapan Trump itu. "Adalah berbahaya dan memalukan bagi Presiden Trump untuk menyerang kelompok besar warga Yahudi Amerika dengan menyebut mereka tidak intelijen dan tidak setia," kata kelompok pelobi J Street. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x