Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:12 WIB

Pelecehan Seksual, Kardinal Pell Kalah Banding

Rabu, 21 Agustus 2019 | 19:30 WIB
Pelecehan Seksual, Kardinal Pell Kalah Banding
Kardinal George Pell - (bbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Victoria--Kardinal George Pell, pendeta Katolik paling senior yang dipidanakan atas pelecehan seksual, harus kembali ke penjara setelah gagal dalam upaya banding untuk membatalkan hukumannya di Australia.

Pell dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun pada Maret lalu setelah dinyatakan bersalah melecehkan dua bocah laki-laki di sebuah katedral di Melbourne pada tahun 1990-an. Ia bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah.

Pengadilan banding menolak argumen Pell bahwa putusan hakim terhadapnya tidak adil.

Mantan bendahara Vatikan berusia 78 tahun itu akan berada di balik jeruji besi sampai layak mendapatkan pembebasan bersyarat pada Oktober 2022.

Desember lalu, dewan juri secara aklamasi menghukum Pell karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki berusia 13 tahun di Katedral St. Patrick di Melbourne.

Pell menantang putusan tersebut dengan berargumen bahwa itu "tidak masuk akal" karena tidak ada cukup bukti bagi dewan juri untuk menghukumnya tanpa keraguan yang beralasan.

Pengacara sang pendeta mengatakan dewan juri terlalu mengandalkan "bukti yang tidak kuat" dari hanya satu korban yang masih hidup. Namun upaya bandingnya ditolak 2-1 oleh panel yang terdiri dari tiga hakim di Pengadilan Banding Victoria pada Rabu (21/8/2019).

"Hakim (Chris_ Maxwell dan saya menerima pengajuan jaksa penuntut bahwa pengadu merupakan saksi yang kuat, jelas-jelas bukan pembohong, bukan pengkhayal, dan merupakan saksi yang jujur," kata Kepala Hakim Anne Ferguson.

Hukuman Pell telah mengguncang Gereja Katolik, tempat ia pernah menjadi salah satu penasihat terdekat Paus. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x