Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:40 WIB

Pendakwah Zakir Naik Minta Maaf

Rabu, 21 Agustus 2019 | 10:11 WIB
Pendakwah Zakir Naik Minta Maaf
Zakir Naik - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Lumpur--Dai kontroversial asal India Zakir Naik menyampaikan permintaan maaf atas masalah yang timbul setelah ia menjalani pemeriksaan kedua di markas besar kepolisian Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.

Dalam permintaan maafnya, Zakir Naik mengatakan ia bukan seorang yang rasis dan pernyataannya diambil di luar konteks untuk menimbulkan ketegangan masyarakat.

"Menjadi misi saya untuk menyebarkan keamanan ke seluruh dunia. Malangnya, saya perlu berhadapan dengan pengkritik yang mencoba menghalangi saya dalam menjalankan misi saya. Seperti yang Anda perhatikan sejak beberapa hari kebelakangan ini, saya dituduh menyebabkan masalah rasisme di negara ini dan pengkritik saya telah menggunakan ayat terpilih yang diambil dari konteks dan menambah fabrikasi aneh ke dalamnya." Demikian pernyataan Zakir Naik.

Persoalan bermula ketika Zakir Naik menyampaikan ceramah di Kota Bharu, Kelantan pada awal Agustus. Ia menyarankan kepada pihak-pihak yang ingin mengusirnya dari Malaysia sebagai "tamu baru" seyogyanya meminta "tamu lama" seperti orang China untuk pergi dulu dari Malaysia.

Penceramah itu juga mengatakan penganut Hindu di Malaysia lebih mendukung Perdana Menteri India Narendra Modi dibandingkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Zakir Naik juga mengatakan penganut Hindu di Malaysia memiliki hak 100 kali lebih banyak dibandingkan minoritas Muslim di India.

Setelah dikritik, Zakir Naik menjelaskan pernyataannya dipetik di luar konteks. Bagaimanapun ia memohon maaf atas apa yang terjadi.

"Saya rasa saya perlu mohon maaf kepada semua pihak yang tersinggung karena salah paham ini," ujarnya sambil menambahkan tidak mempunyai niat berbuat demikian.

Zakir Naik dilarang memberikan ceramah umum di seluruh wilayah Malaysia setelah pernyataan-pernyataannya menimbulkan kontroversi berkepanjangan di negara yang memberikannya izin menetap itu.

Kepolisian Malaysia atau PDRM melarang Zakir Naik menyampaikan ceramah umum di seluruh Malaysia atas landasan menjaga "keselamatan negara".

"Arahan itu telah dikeluarkan kepada seluruh kepolisian seluruh negara bagian dan dilakukan demi keselamatan negara dan memelihara keharmonian masyarakat," kata kepala bagian humas PDRM, Datuk Asmawati Ahmad, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media di Malaysia.

Dengan keputusan itu, maka dai kondang, yang masuk dalam daftar buron di India tersebut, sekarang tidak hanya dilarang memberikan ceramah di tujuh negara bagian saja. Sebelumnya, tujuh negara bagian telah melarang ceramah oleh Zakir Naik, termasuk Melaka, Johor, Selangor, Kedah dan Sarawak.[bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x