Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:30 WIB

AS Terus Ikut Campur Urusan Hong Kong

Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:21 WIB
AS Terus Ikut Campur Urusan Hong Kong
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--AS terus ikut campur dalam urusan demonstrasi di Hong Kong dengan mendesak China supaya bertindak berdasarkan perikemanusiaan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan demonstran pro-demokrasi.

Wakil Presiden AS Mike Pence menyerukan China supaya menghormati perjanjian 1984 dengan Inggris yang menyerahkan Hong Kong kembali kepada China pada 1997. Perjanjian itu juga mengatakan warga Hong Kong punya banyak kebebasan yang tidak diperbolehkan di China, termasuk hak untuk melancarkan protes.

Kata Pence, yang mengutip Presiden Donald Trump, "akan lebih sulit bagi Amerika mencapai perjanjian perdagangan baru dengan China kalau terjadi sesuatu yang bersifat kekerasan di Hong Kong."

Pernyataan Pence itu dikeluarkan ketika Twitter mengumumkan ada 936 akun yang berasal dari China yang berusaha "menggerogoti keabsahan gerakan protes di Hong Kong."

Facebook mengatakan telah memblokir sejumlah akun yang melancarkan aksi disinformasi tentang demonstrasi di Hong Kong itu.

Twitter dan Facebook dilarang di China. Twitter mengatakan sebagian akunnya telah diakses lewat alamat internet yang tidak diblokir. "Tingkah laku rahasia dan bersifat manipulatif tidak ada tempatnya dalam layanan kami," kata Twitter.

Pada Sabtu (17/8/2019) malam, pemerintah Kanada dan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama membela "hak fundamental rakyat Hong Kong untuk berkumpul."

Kedutaan Besar China di Ottawa segera mengeluarkan pernyataan lewat websitenya yang mengatakan, Kanada "harus segera berhenti campur tangan dalam urusan intern Hong Kong dan China."

Pemerintah Taiwan sementara itu menawarkan suaka politik bagi peserta gerakan pro-demokrasi Hong Kong. Tawaran itu juga telah membuat marah China. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x