Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:35 WIB

Keluar dari NIF, AS Uji Rudal Darat Pertama

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:43 WIB
Keluar dari NIF, AS Uji Rudal Darat Pertama
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Pentagon mengatakan, AS telah mengadakan ujicoba rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat dan berhasil mengenai sasarannya setelah terbang lebih 500 kilometer dari pulau San Nicolas di lepas pantai California.

"Data yang dikumpulkan dari percobaan ini akan digunakan untuk pengembangan rudal jarak menengah," kata pengumuman Pentagon, seperti dikutip dari VOA, Selasa (20/8/2019).

Sebelumnya, AS tidak bisa mengadakan percobaan rudal yang punya jarak jangkauan antara 500 sampai 5.500 km karena masih terikat perjanjian senjata nuklir jarak menengah atau INF dengan Rusia.

Pemerintah AS keluar dari perjanjian itu tanggal 2 Agustus lalu, karena Rusia menurut AS, telah melakukan pelanggaran sejak bertahun-tahun.

Kata Pentagon, rudal yang diuji coba itu hanya membawa bom konvensional dan bukan senjata nuklir.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, kalau AS berhasil membuat sistem rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat, AS akan menempatkan rudal-rudal jarak menengah yang dipersenjatai dengan senjata konvensional itu di Asia.

Esper menambahkan, sudah tiba masanya AS tidak lagi dihambat oleh suatu perjanjian dan bisa mengembangkan sistem senjata yang dikehendakinya. Kata Esper, sekutu-sekutu Amerika dalam pakta pertahanan NATO setuju dengan konsep itu.

Esper tidak mau mengatakan kapan dan di mana rudal itu akan ditempatkan di Asia, sampai senjata-senjata itu siap dikirim, tapi ia berharap hal itu bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Esper mengatakan lebih dari 80 persen rudal China bisa mencapai jarak antara 500 sampai 5.500 km. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x