Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 02:18 WIB

Korut Tolak Perundingan Damai dengan Korsel

Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:12 WIB
Korut Tolak Perundingan Damai dengan Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - (Foto: BBC)

INILAHCOM, Jakarta--Korea Utara (Korut) menolak untuk melakukan perundingan lebih jauh dengan Korea Selatan (Korsel), demikian laporan yang dikutip dari BBC, Jumat (16/8/2019).

Komite reunifikasi mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan pidato Presiden Korsel Moon Jae-in yang disampaikan pada hari Kamis (15/8/2019).

Pada Jumat pagi tadi, Korut menembakkan dua rudal uji coba ke laut lepas pantai timurnya, kata militer Korsel.

Ini merupakan uji coba keenam dalam kurang dari sebulan.

Enam hari lalu, Korut menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang.

Rentetan uji coba itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un sepakat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi dalam pertemuan pada bulan Juni lalu.

Korut telah menghadapi sanksi internasional karena mengembangkan senjata nuklir.

Dalam pidatonya kemarin, yang menandai kebebasan Korea dari penjajahan Jepang, Presiden Korsel Moon berjanji akan menyatukan Semenanjung Korea pada 2045.

Korea terbelah menjadi dua negara pada akhir Perang Dunia Dua.

Presiden Moon mengatakan tujuan mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea berada pada "titik paling kritis", seiring perundingan antara Korut dan Korsel tampak menemui jalan buntu.

Dalam sebuah pernyataan, Korut mempertanyakan apa artinya dialog "ketika latihan militer gabungan melawan kami di Korea Selatan terus berjalan".

"Yang jelas ialah semua ini bertujuan menghancurkan kami," kata seorang juru bicara tentang latihan militer, yang dimulai pada pekan lalu.

Korut telah menunjukkan kemarahan terhadap latihan militer AS-Korsel, menyatakan bahwa kegiatan tersebut melanggar kesepakatan yang dicapai bersama Presiden AS Donald Trump dan Jae-in.

Korut sebelumnya menyebut kegiatan tersebut "latihan untuk perang".

Dalam surat yang dikirimkan kepada Trump baru-baru ini, pemimpin Korut Kim Jong-un mengeluh tentang latihan militer yang disebutnya "konyol dan mahal".

Kebuntuan dalam pembicaraan denuklirisasi sepenuhnya merupakan kesalahan Korsel karena memutuskan untuk mengadakan latihan militer, kata juru bicara komite reunifikasi Korut.

"Kami tidak punya kata-kata lagi untuk berbicara dengan para pejabat Korea Selatan," kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x