Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:09 WIB

RI Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog

Jumat, 16 Agustus 2019 | 10:14 WIB
RI Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog
(Foto: voa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta--Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait konflik Kashmir. Demikian VOA, Jumat (16/8/2019).

Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil duta besar Pakistan dan duta besar India untuk menjelaskan perkembangan situasi di Kashmir. Namun karena duta besar India sedang tidak berada di Indonesia, yang menemui Menteri Retno adalah wakil duta besar.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Retno menyampaikan pesan perdamaian kepada kedua negara. Menteri Retno mengatakan Pakistan dan India adalah dua negara yang sangat penting bagi Indonesia dan kedua negara sama-sama merupakan sahabat Indonesia.

Menteri Retno, lanjut Faizasyah, juga menyatakan Pakistan dan India sama-sama dapat berkontribusi bagi perdamaian di kawasan dan pada tingkat global.

"Dalam konteks itu pulalah, kita menggarisbawahi apabila terjadi konflik terbuka, tidak ada satupun negara yang diuntungkan dan justeru merugikan, tidak saja kedua negara tapi kawasan yang lebih luas. Jadi, ada ancaman terhadap pertumbuhan kesejahteraan, tidak saja di Asia Selatan tetapi bisa meluas ke kawasan lainnya," kata Faizasyah.

Sementara itu, pasukan Pakistan dan India terlibat baku tembak di perbatasan Kashmir mengakibatkan tiga tentara Pakistan tewas dan lima serdadu India terbunuh pada Kamis (15/8/2019).

Ketegangan kedua meningkat beberapa hari ini setelah India secara mendadak menghapus status semi-otonom dari Kashmir yang dikuasai India--sebuah kawasan yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Perkembangan yang menyusul ini telah meningkatkan ketegangan antara India dan Pakistan, dan mereka telah dua kali berperang karena sengketa Kashmir sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Negara-negara ini akhir-akhir ini telah mempersenjatai militer mereka dengan senjata nuklir dan hampir berperang akibat pertikaian teritorial ini pada Februari. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x