Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 01:54 WIB

Pakistan Minta DK PBB Gelar Sidang Bahas Kashmir

Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:08 WIB
Pakistan Minta DK PBB Gelar Sidang Bahas Kashmir
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi - (Foto: voa)

INILAHCOM, Jakarta--Pakistan meminta Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang darurat untuk menyikapi keputusan India mencabut status otonomi Kashmir.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan, kepuutusan India mencabut status khusus bagi Kashmir bisa menjadi "bahaya yang segera" bagi perdamaian internasional, dan bisa menjurus pada pembersihan etnis dan genosida di kawasan yang penduduknya mayoritas Islam itu. Demikian Associated Press, seperti dikutip dari VOA, Rabu (14/8/2019).

Qureshi mengecam "tindakan agresif" pemerintah India baru-baru ini dan mengatakan India "dengan terang-terangan melanggar status kawasan Jammu dan Kashmir" yang diakui secara internasional.

Tuduhan Qureshi itu dimuat dalam surat yang ditujukan pada DK PBB, yang mengatakan India menjalankan "ideologi yang rasis", yang bertujuan menjadikan Kashmir yang penduduknya mayoritas islam menjadi kawasan yang dikuasai kelompok Hindu. "Tindakan India tanggal 5 Agustus itu telah membuka jalan untuk mencapai tujuan politik fasis ini," kata Qureshi.

Ia memperingatkan bahwa usaha India itu akan mendapat tentangan kuat dari warga Muslim Kashmir, dan penindasan yang akan dilakukan oleh pasukan pendudukan India akan menjurus pada pembersihan etnis dan genosida.

Qureshi mengatakan, DK PBB punya kewajiban untuk mencegah terulangnya peristiwa seperti di Rwanda dan Srebrenica, dimana terjadi pembersihan etnis dan genosida pada 1994 dan 1995.

India dan Pakistan yang sama-sama punya senjata nuklir telah terlibat perang beberapa kali karena soal Kashmir itu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x