Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 01:10 WIB

Penembak di Masjid Norwegia Tolak Bersalah

Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:29 WIB
Penembak di Masjid Norwegia Tolak Bersalah
(Foto: voanews)

INILAHCOM, Oslo--Pengacara Philip Manshaus mengatakan bahwa kliennya tidak mau bekerja sama dengan penyelidik. "Dia menggunakan haknya untuk tidak diinterogasi. Dia (Philip Manshaus) mengaku tidak bersalah," kata pengacara itu, seperti dilaporkan, VOA, Selasa (13/8/2019).

Manshaus muncul di pengadilan hari Senin kemarin untuk menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan dan pembunuhan terkait serangan Sabtu lalu di luar ibukota, Oslo. Wajah dan lehernya penuh goresan dan hitam memar pada kedua matanya.

Hanya ada tiga orang di Pusat Islam atau Islamic Center al-Noor itu ketika Manshaus memasuki tempat ibadah itu hari Sabtu (10/8/2019). Dia mulai menembaki dua pria, tetapi seorang pria lain, Mohammad Rafiq, usia 65 tahun, purnawirawan perwira Angkatan Udara Pakistan, mampu mengatasi penembak itu.

Rafiq mengatakan kepada kantor berita Reuters dalam wawancara video, ketika dia berhasil menundukkan penembak itu,"pistol dan senapannya jatuh." Rafiq hanya menderita luka ringan.

Ketua pengurus masjid itu, Irfan Mushtaq, memasuki masjid tidak lama setelah penembakan. Dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia melihat "salah seorang jemaah masjid kami duduk di atas pelaku penembakan."

Penembakan di masjid itu dinyatakan sebagai upaya serangan teror. Wakil inspektur kepolisian Oslo, Rune Skjold mengatakan hari Minggu, polisi telah mendapati bukti "pandangan ekstremis sayap kanan" dan dugaan permusuhan terhadap imigran.

"Kami dapat menyimpulkan bahwa tersangka mempunyai pandangan ekstremis sayap kanan, dan terkait dengan apa yang telah dia lakukan, jelas menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Berdasarkan pada pandangan yang ia ungkapkan secara online, berarti kami dengan aman dapat mengatakan bahwa kami sedang menyelidiki upaya terorisme," kata Skjold.

Tidak ada yang terluka atau terbunuh di masjid itu, tetapi beberapa jam kemudian polisi menemukan mayat perempuan saudara tiri penembak di lokasi lain. Skjold mengatakan orang-orang di masjid menunjukkan "keberanian besar."

"Tidak diragukan bahwa tanggapan cepat dan tegas dari orang-orang di dalam masjid menghentikan penyerang itu dan mencegah akibatnya lebih lanjut," kata Skjold. "Mencoba menundukkan orang bersenjata selalu berbahaya," kata wakil inspektur polisi itu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x