Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 01:54 WIB

Ratusan Pekerja Migran Tinggalkan Kashmir

Kamis, 8 Agustus 2019 | 10:25 WIB
Ratusan Pekerja Migran Tinggalkan Kashmir
(Foto: voa)

INILAHCOM, Kashmir--Penutupan total Kashmir menyebabkan ratusan pekerja migran miskin mulai meninggalkan wilayah Himalaya tersebut untuk kembali ke desa-desa mereka yang jauh di India utara dan timur.

Sebagian dari pekerja migran yang memutuskan keluar dari Kashmir mengeluh bahwa mereka tidak digaji, sementara pasukan keamanan mulai memberlakukan pembatasan ketat perjalanan semasa akhir pekan dan meminta mereka untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Demikian laporan Associated Press, seperti dikutip dari VOA, Kamis (8/8/2019).

Pihak berwenang India, yang berpenduduk mayoritas Hindu, menutup total Kashmir setelah mencabut status khusus negara bagian itu, yang mayoritas penduduknya Muslim, termasuk hak turun-temurun yang eksklusif, konstitusi yang terpisah, dan membaginya menjadi dua wilayah.

Wilayah Kashmir terbagi antara India dan Pakistan dan diklaim kedua negara. Dua negara bertetangga dan bersenjata nuklir itu sudah tiga kali berperang, dua di antaranya terkait kekuasaan atas Kashmir, sejak mereka mendapatkan kemerdekaan dari penjajah Inggris pada tahun 1947.

Hari Rabu kemarin, pekerja memadati stasiun kereta api di Jammu, ibukota negara bagian Jammu dan Kashmir, menunggu kereta api jurusan Uttar Pradesh, Bihar dan Jharkhand. Mereka membawa barang-barang yang dibungkus seprai.

Setiap tahun, puluhan ribu orang melakukan perjalanan ke Kashmir dari berbagai negara bagian India untuk bekerja, terutama sebagai tukang batu, tukang kayu dan di lahan-lahan pertanian. Setiap kali situasi keamanan memburuk, mereka pulang ke rumah.

Kelompok gerilyawan sejak tahun 1989 telah memperjuangkan kemerdekaan bagi Kashmir dari India atau penyatuan dengan Pakistan. India menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih gerilayawan itu, tuduhan yang dibantah Pakistan. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x