Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 01:10 WIB

China Intip Latihan Perang Australia

Selasa, 9 Juli 2019 | 07:44 WIB
China Intip Latihan Perang Australia
Kapal AGI (Auxiliary General Intelligence) China - (Foto: VoaNews)

INILAHCOM, Sydnet-- Australia dengan cermat melacak sebuah kapal mata-mata berteknologi tinggi China yang diyakini sedang dalam perjalanan untuk memantau latihan perang di lepas pantai Queensland.

Para pejabat pertahanan Australia menduga kapal tersebut akan berusaha mengumpulkan informasi sewaktu latihan militer yang diikuti berbagai negara itu berlangsung.

Kapal China yang diduga sedang dalam perjalanan untuk memantau latihan perang di lepas pantai Queensland itu diperlengkapi dengan sistem komunikasi canggih untuk menyadap informasi mengenai pasukan negara-negara lain. Kapal AGI (Auxiliary General Intelligence) atau kapal pengintai elektronik tersebut diduga berada di sebelah utara Papua Nugini, negara tetangga terdekat Australia, pada akhir pekan lalu, dalam perjalanan yang diperkirakan akan berakhir di lepas pantai Queensland.

Kapal tersebut juga diperkirakan akan memantau secara cermat latihan militer gabungan besar-besaran dari luar teritori Australia.

Untuk pertama kalinya, pasukan Jepang akan terlibat dalam latihan militer di perairan Australia tersebut bersama dengan pasukan AS. Para pakar meyakini bahwa China secara khusus tertarik pada Brigade Pengerahan Cepat Amfibi Jepang, dan bagaimana pasukan itu bekerja bersama dengan mitra-mitranya dari AS dan Australia.

Brigade tersebut dibentuk tahun lalu antara lain sebagai tanggapan atas ketegangan di Laut China Timur. Jepang menguasai Kepulauan Senkaku yang tak berpenghuni, meskipun Beijing juga mengklaim wilayah itu dengan nama lain.

Letnan Jenderal Greg Bilton, Komandan Operasi Pertahanan Gabungan, mengatakan, Australia akan mengawasi dengan cermat pergerakan kapal pengintai China itu.

"Terkait dengan AGI, kami meyakini ada satu di sebelah utara Australia sekarang ini. Kami melacaknya. Kami belum tahu tujuannya, tetapi kami menduga kapal itu akan mengarah ke sebelah timur Queensland, dan kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggapinya. Ini adalah perairan internasional, mereka memiliki hak untuk berlayar di sana. Saya tidak akan menguraikan rincian operasinya, tetapi kami akan mengambil tindakan yang tepat terkait dengan itu. Ini adalah kapal yang mengumpulkan informasi, jadi ini bukan ancaman besar, tetapi kami akan mengambil tindakan yang tepat," jelasnya.

Para analis meyakini keberadaan kapal China itu menyoroti standar ganda negara-negara adidaya. Mereka meyakini bahwa walaupun China akan menggunakan haknya berdasarkan sebuah konvensi PBB untuk memantau latihan perang di perairan internasional, negara itu kerap memaksa kapal-kapal asing untuk keluar dari wilayah yang ditetapkannya sendiri sebagai "zona-zona siaga militer."

Hingga 25 ribu personel militer dari AS dan Australia, serta Kanada, Selandia Baru dan Jepang ambil bagian dalam Latihan Militer Talisman Sabre yang akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang.

Latihan tersebut diselenggarakan setiap dua tahun. Pada tahun 2017, sebuah kapal pengintai China terlihat di lepas pantai timur Australia selama latihan tersebut berlangsung. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x