Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 20:42 WIB

Kota Aksum, Ethiopia Larang Bangun Masjid

Kamis, 27 Juni 2019 | 09:04 WIB
Kota Aksum, Ethiopia Larang Bangun Masjid
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Aksum--Kelompok Kristen Ortodoks di kota kuno Aksum, Ethiopia melarang kaum muslim di kota itu untuk membangun masjid.

"Aksum adalah Mekah kami," kata pendeta senior Godefa Merha.

Dia percaya bahwa seperti halnya gereja dilarang di tempat paling suci bagi agama Islam itu, masjid tidak bisa dibangun di Aksum.

"Aksum adalah tempat suci. Kota ini adalah biara," kata Godefa, Wakil Kepala Gereja Our Lady Mary of Zion.

Bagi Kristen Ortodoks di Ethiopia, Aksum adalah tempat suci, rumah dari Ratu Syeba dan Tabut Perjanjian yang disebut dalam Alkitab.

Tabut itu diyakini berisi 10 perintah yang diturunkan Tuhan kepada Musa, dan disebut-disebut berada dalam penjagaan para biarawan di kota itu.

Meskipun begitu, ada beberapa kelompok Muslim berupaya membangun masjid di kota itu, tapi ditolak oleh para pemimpin Kristen.

Sikap yang telah sejak lama dipegang para penganut Kristen Ortodoks ini sekarang menjadi pusat kontroversi, ketika beberapa Muslim berhimpun di bawah panji "Keadilan bagi Muslim Aksum". Mereka menuntut hak membangun masjid di kota itu, dan mengumandangkan azan dengan pelantang suara.

Banyak orang yang menyayangkan kontroversi ini karena Kerajaan Aksum, salah satu peradaban paling kuno di dunia, pernah terkenal akan toleransi beragamanya.

Menurut penganut kedua agama, umat Muslim pertama kali tiba di kerajaan itu tak lama setelah kebangkitan Islam pada sekitar 600 Masehi sebagai migran, melarikan diri dari persekusi para penguasa Mekah yang waktu itu belum menerima Islam.

Sang raja yang beragama Kristen menyambut mereka dengan tangan terbuka, dan memberikan umat Islam tempat bernaung pertama di luar Semenanjung Arab.

Hari ini, kaum Muslim mencakup 10% dari populasi Aksum yang secara keseluruhan mencapai 73.000 warga--85% dari mereka adalah pengikut Kristen Ortodoks, dan 5% sisanya penganut denominasi Kristen lainnya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x