Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 21:32 WIB

Dalang Kudeta di Ethiopia Dibunuh

Selasa, 25 Juni 2019 | 09:13 WIB
Dalang Kudeta di Ethiopia Dibunuh
Brigadir Jenderal Asaminew Tsige - (Foto: voanews)

INILAHCOM, Adis Ababa--Seorang perwira militer yang merupakan tersangka dalang kudeta di kawasan Amhara, Ethiopia, telah tewas ditembak mati, menurut kepolisian setempat, seperti dilaporkan BBC, Selasa (25/6/2019).

Brigadir Jenderal Asaminew Tsige, sebagaimana diterangkan pihak berwenang, dibunuh ketika dia berupaya melarikan diri dari lokasi persembunyiannya di ibu kota negara bagian Amhara, Bahir Dar.

Upaya kudeta di negara bagian tersebut mengemuka ketika Panglima Militer, Jenderal Seare Mekonnen, ditembak mati oleh pengawalnya sendiri di rumahnya di ibu kota Addis Ababa, pada Sabtu (22/6/2019).

Sang jenderal, menurut pemerintah, dibunuh selagi berupaya menggagalkan upaya kudeta.

Selain Jenderal Mekonnen, Gubernur negara bagian Amhara, Ambachew Mekonnen, juga tewas dibunuh di Bahir Dar. Keduanya dipandang sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed.

Brigjen Asaminew adalah komandan keamanan wilayah Amhara dan disebut-sebut punya pengaruh besar di kalangan anak muda.

Dia adalah salah satu perwira tinggi militer yang dibebaskan dari penjara awal tahun lalu, tatkala PM Abiy menempuh langkah pembebasan tahanan politik sebagai bagian dari reformasi sekaligus menanggapi tekanan publik.

Brigjen Asaminew sebelumnya telah ditahan selama sembilan tahun karena disangka punya peranan dalam merencanakan kudeta.

Brigjen Asaminew berasal dari kelompok etnis Amhara, yang terbesar kedua di Ethiopia.

Dia dikenal sebagai seorang nasionalis garis keras yang menginginkan perluasan otonomi bagi rakyat Amhara.

Bahwasannya dia disebut-sebut menginginkan kekuasaan di wilayah tersebut sama sekali bukan kejutan.

Dalam rekaman video yang disebarkan melalui media sosial, Brigjen Asaminew secara terbuka mewanti-wanti penduduk Amhara untuk mempersenjatai diri mereka.

Hubungannya dengan pemerintah daerah Tigray juga tak begitu baik. Pemerintah daerah Tigray pernah mengatakan Jenderal Seare Mekonnen dan seorang jenderal lain, Gezae Abera, dibunuh karena berasal dari kelompok etnis Tigray yang minoritas. [bbc/lat

Komentar

x