Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 08:07 WIB

Perbatasan Venezuela-Kolombia Dibuka Kembali

Senin, 10 Juni 2019 | 07:54 WIB
Perbatasan Venezuela-Kolombia Dibuka Kembali
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Bogota--Puluhan ribu orang melintasi perbatasan Venezuela dengan Kolombia setelah ditutup sejak Februari lalu.

Perbatasan itu ditutup atas permintaan Presiden Venezuela Nicols Maduro ketika pemimpin oposisi Juan Guaido siap untuk memasukkan bantuan kemanusiaan yang diberikan AS.

Negara ini telah mengalami kekurangan bahan pokok sebagai akibat dari krisis ekonomi yang telah berlangsung bertahun-tahun.

PBB mengatakan, lebih dari empat juta orang telah meninggalkan Venezuela sejak 2015.

Menurut Kementerian Luar Negeri Kolombia, hampir 37.000 warga Venezuela datang dan pulang pada akhir pekan lalu.

Perbatasan dengan Kolombia, Brasil, dan kepulauan Antillen Belanda semuanya ditutup awal tahun ini setelah pihak oposisi mengorganisir pengiriman bantuan asing, yang dikecam oleh Maduro sebagai bagian dari upaya untuk melengserkannya.

Bulan lalu, Maduro mengumumkan pembukaan kembali perbatasan dengan Brasil dan Pulau Aruba, tetapi pihak berwenang Aruba mengatakan perbatasan akan tetap ditutup.

Mengumumkan pembukaan kembali perbatasan dengan Kolombia di Twitter, Maduro--yang menyalahkan krisis di negara itu ke perang ekonomi yang dipimpin Washington--mengatakan (dalam bahasa Spanyol): "Kami adalah orang yang damai yang sangat membela kemerdekaan dan kemandirian penentuan kami."

Penutupan itu telah menyebabkan masalah bagi kota-kota di sepanjang perbatasan yang bergantung pada kota-kota Kolombia untuk produk dan layanan pokok, dan banyak orang telah menyeberang secara ilegal, kadang-kadang harus membayar tol kepada preman yang mengontrol jalan.

Kantor berita AFP melaporkan, sebelum ditutup, sekitar 30.000 orang menyeberangi Jembatan Internasional Simon Bolivar setiap hari.

Krisis di Venezuela semakin dalam pada bulan Januari setelah Guaido, ketua Majelis Nasional, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara, dengan alasan bahwa pemilihan kembali Maduro tahun lalu "tidak sah".

Sejak itu ia telah diakui oleh lebih dari 50 negara, termasuk AS dan sebagian besar Amerika Latin. Tetapi Maduro mempertahankan kesetiaan sebagian besar anggota militer dan sekutu penting seperti China dan Rusia.

Pada bulan April, Guaido memimpin upaya untuk memicu pemberontakan militer terhadap Maduro, yang menggambarkan upaya gagal itu sebagai bagian dari kudeta yang diatur oleh AS.

Sejak itu, beberapa sekutu dekat Guaido ditangkap. Meski kekebalan parlementernya telah dicabut, dia sejauh ini belum dipenjara. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x