Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:09 WIB

Cucu Pendiri Singapura Nikahi Pasangan Sejenis

Senin, 27 Mei 2019 | 00:33 WIB
Cucu Pendiri Singapura Nikahi Pasangan Sejenis

INILAHCOM, Singapura - Salah seorang cucu dari pendiri sekaligus perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew dilaporkan menikah dengan pasangan sejenis.

Li Huanwu, satu dari tujuh cucu mendiang PM Lee Kuan Yew, resmi menikah dengan kekasih prianya, Heng Yirui, di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat pekan lalu (24/5/2019).

Keduanya mengunggah momen kebahagiaan mereka di media sosial. Adapun pernikahan sesama jenis legal di Afrika Selatan sejak 2006.

Di media sosialnya, Heng, mengatakan perjalanan menuju momen itu sungguh luar biasa karena dukungan dari teman serta keluarga.

"Inilah hubungan cinta seumur hidup yang penuh kasih dan keceriaan," demikian ungkapan Heng di media sosial, seperti dikutip South China Morning Post.

Li juga menyatakan bahagia bisa berbagi momen pernikahan dengan orang terdekat.

Hubungan keduanya mulai tercium publik sejak dua tahun terakhir sejak spekulasi mengenai orientasi seksual Li merebak pasca-terlihat berada di lokasi Pink Dot 2017.

Tak hanya sekadar hadir di lokasi, dia juga menyuarakan dukungan terhadap acara tahunan yang merupakan parade pendukung komunitas LGBT Singapura.

Ayah Li, Lee Hsien Yang yang merupakan putra kedua Lee Kuan Yew dilaporkan merasa bahagia atas pernikahan putranya.

Sebelum wafat pada 2015, Lee Kuan Yew pernah menyampaikan pandangannya mengenaia komunitas LGBT. Menurutnya, ada perbedaan genetik. "Jadi, jika ada dua pria dan dua perempuan saling mencintai, biarkan mereka sendiri," ujar Lee Kuan Yew pada 2011.

Kabar pernikahan itu tentu menjadi berita besar mengginat UU Singapura Pasal 377A melarang hubungan sejenis dan bisa dipidanakan.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yang jyga merupakan paman Li, mengutarakan pentingnya pasal tersebut mengingat masyarakat Singapura masih merupakan masyarakat konservatif.

Warga Singapura, katanya, belum siap untuk berkompromi dengan kaum LGBT. Meski demikian, PM Singapura ini juga berujar bahwa pemerintah tidak bakal bersikap sebagai 'polisi moral'.

Artinya, pemerintah tidak akan benar-benar memaksakan implementasi pasal ini, serta tidak bakal mendiskriminasi kaum LGBT dan juga pernikahan sesama jenis.

Komentar

Embed Widget
x