Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:23 WIB

3 Negara Eropa Serukan Perjanjian Baru Nuklir Iran

Selasa, 14 Mei 2019 | 10:59 WIB
3 Negara Eropa Serukan Perjanjian Baru Nuklir Iran
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dan Menlu Inggris Jeremy Hunt - (Foto: voa)

INILAHCOM, Brussels--Inggris, Perancis dan Jerman menyerukan perjanjian baru mengenai progam senjata nuklir Iran, sambil juga memperingatkan AS agar tidak meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia dengan unjuk kekuatan militer dan upaya melemahkan ekonomi Iran.

Para diplomat tinggi dari tiga negara Eropa itu bertemu di Brussels, Belgia dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pertemuan AS dengan sekutunya itu terlihat sangat penting, karena Pompeo sampai membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di resor Sochi di Rusia, hari Selasa (14/5/2019) ini.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pompeo akan berbicara dengan sekutunya tentang "tindakan dan pernyataan mengancam baru-baru ini oleh Republik Islam Iran."

Presiden Iran Hassan Rouhani pekan lalu memperingatkan bahwa Teheran dapat melanjutkan pengayaan uranium pada tingkat yang lebih tinggi jika kekuatan Eropa, China, dan Rusia tidak berupaya untuk menggagalkan sanksi-sanksi AS terhadap sektor-sektor perbankan dan energi Iran.

AS yang telah menarik diri dari kesepakatan internasional 2015, telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan empat pesawat pembom B-52 ke Timur Tengah sebagai tanggapan atas kemungkuinan rencana Iran melakukan serangan terhadap AS.

Tetapi sekutu-sekutu Eropa memperingatkan AS atas meningkatnya ketegangan. Menlu Inggris, Jeremy Hunt menyerukan "masa tenang." Ia mengatakan,"Kami sangat khawatir mengenai risiko terjadi konflik secara tidak sengaja dengan eskalasi yang tidak disengaja di kedua pihak".

Menlu Jerman, Heiko Maas mengatakan, Berlin masih menganggap perjanjian nuklir ini sebagai dasar bagi Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir pada masa depan. Dia mengatakan, Jerman "prihatin dengan perkembangan dan ketegangan di kawasan itu, kami tidak ingin ada ketegangan militer di sana."

Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan langkah AS meningkatkan sanksi terhadap Iran dengan mengekang perdagangan minyak internasionalnya "tidak sesuai dengan kami."

Sebelum pembicaraan, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus mengatakan, Pompeo akan "terus bekerja sama erat dengan sekutu dan mitranya serta memastikan keamanan atas kepentingan bersama di Timur Tengah dan di seluruh dunia. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x