Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:32 WIB

Jam Malam Diberlakukan

Serangan Anti Muslim Meluas di Sri Lanka

Selasa, 14 Mei 2019 | 06:15 WIB
Serangan Anti Muslim Meluas di Sri Lanka
Salah satu masjid di kota Kiniyama yang menjadi target serangan. - (Foto: BBC)

INILAHCOM, Kolombo--Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh pelosok negeri, setelah kerusuhan anti-Muslim menyebar ke sejumlah kota. BBC melaporkan, Selasa (14/5) dinihari.

Di sebuah provinsi di wilayah barat laut Sri Lanka, massa menyerang masjid dan toko. Polisi setempat mengatakan satu orang terbunuh.

Di kota Kiniyama di wilayah barat laut, jendela dan pintu masjid dihancurkan.

Serangan itu dipicu oleh sekelompok orang yang menuntut penggeledahan sebuah bangunan setelah tentara memeriksa sebuah danau di dekatnya untuk mencari senjata api, demikian laporan kantor berita Reuters.

Di kota Chilaw, yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, toko-toko dan masjid milik warga Muslim setempat diserang, menyusul unggahan di Facebook yang ditulis oleh seorang warga Muslim setempat, yang dianggap sebagai ancaman.

Pria yang menulis unggahan tersebut, seorang pengusaha Muslim berusia 38 tahun, telah ditangkap.

Seorang pria meninggal akibat luka tusukan setelah sekelompok orang menyerang usaha bisnisnya di Distrik Puttalam, di wilayah barat laut Sri Lanka.

Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dilaporkan dibakar.

Di sejumlah kota, polisi mengeluarkan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang perusuh dan memberlakukan jam malam sampai waktu yang tidak ditentukan.

Pemerintah Sri Lanka telah memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp, agar kekerasan tidak menjalar.

"Saya mengimbau semua warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," kata PM Ranil Wickremesinghe melalui Twitter.

Ketegangan meningkat sejak kelompok militan Islam melakukan serangan bom bunuh diri tiga pekan lalu yang menewaskan lebih dari 250 orang. Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS menyatakan terlibat, tetapi tidak memberikan rincian.

Jumlah populasi di Sri Lanka sekitar 21 juta jiwa, sekitar 10% di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekitar 7,6%. Mayoritas penduduk Sri Lanka memeluk Budha. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x