Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:33 WIB

Korban Tewas Perang Israel dan Palestina Meningkat

Senin, 6 Mei 2019 | 11:40 WIB
Korban Tewas Perang Israel dan Palestina Meningkat
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Gaza City--Jumlah korban tewas di pihak Israel dan Palestina meningkat setelah kedua belah pihak terlibat aksi kekerasan di Jalur Gaza.

Bentrokan paling sengit dalam beberapa tahun terakhir itu sejauh ini telah menyebabkan empat warga Israel dan 23 warga Palestina tewas. Demikian BBC, Senin (6/5/2019).

Militer Israel mengklaim lebih dari 600 roket telah ditembakkan ke wilayah Israel sejak Sabtu (4/5/2019). Sebagai balasan, Israel menyatakan telah melancarkan gempuran terhadap 320 target.

Bahkan, pada Minggu (5/5/20190), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memerintahkan militer "melanjutkan serangan masif terhadap elemen-elemen teror" di Gaza.

Netanyahu juga menyatakan pasukan di sekitar Jalur Gaza akan "diperkuat dengan tank, artileri, dan pasukan infantri".

Pemerintah Israel mengatakan sebanyak empat orang tewas akibat serangan roket.

Adapun Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkap ada 23 warga Palestina yang tewas sepanjang akhir pekan. Sebagian besar tewas pada Minggu (5/5/2019). Kelompok Jihad Islam mengakui tujuh di antara para korban tewas merupakan anggota mereka.

Akan tetapi sebagian adalah warga sipil, termasuk seorang bocah berusia 12 tahun dan dua perempuan hamil.

Selagi aksi saling gempur bereskalasi, militer Israel menyebut telah membunuh seorang komandan Hamas bernama Hamed Hamdan al-Khodari.

Rangkaian aksi kekerasan bermula pada Jumat (3/5/2019), tatkala aksi demonstrasi digelar untuk menentang blokade di wilayah Gaza.

Dalam aksi tersebut, seorang warga Palestina menembak dua serdadu Israel hingga cedera dekat pagar perbatasan. Pihak Israel membalas dengan melancarkan gempuran udara yang menewaskan dua milisi.

Rentetan roket kemudian dilesatkan dari Gaza sejak Sabtu (4/5/2019) pagi. Sistem pertahanan rudal Israel berjuluk 'Kubah Besi' menembak jatuh puluhan roket, tapi sejumlah rumah di berbagai desa dan kota Israel kena gempur.

Saling balas gempur ini adalah peningkatan aksi kekerasan tertinggi sejak konflik pada Juli dan Agustus 2014 lalu.

Saat itu, Israel melancarkan serangan darat ke Gaza menyusul penangkapan dan pembunuhan terhadap tiga remaja Israel.

Hamas dan sekutu-sekutunya meluncurkan lebih dari 4.500 roket yang menewaskan enam warga sipil di Israel. Konflik itu juga menyebabkan 67 serdadu Israel tewas.

Di pihak Palestina, sebanyak 2.251 orang yang mencakup 1.462 orang tewas selama tujuh pekan, menurut data PBB.

Upaya perdamaian sejatinya sempat dilakukan Mesir, namun Hamas dan kelompok-kelompok sekutunya menuding Israel melanggar sejumlah persyaratan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x