Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 02:08 WIB

Upaya Kudeta di Venezuela

Rabu, 1 Mei 2019 | 07:09 WIB
Upaya Kudeta di Venezuela
(voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Caracas--Pemerintah Venezuela mengatakan sebuah "upaya kudeta" berlangsung di Caracas, sementara pemimpin oposisi yang diakui AS, Juan Guaido menyatakan "tidak akan mundur" dalam upaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Caracas, sementara pasukan yang setia kepada Maduro menembakkan meriam air kepada para pengunjuk rasa. Tayangan televisi menunjukkan satu kendaraan Garda Nasional Venezuela menabrak demonstran yang melemparkan batu ke arah militer. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Rabu (1/5/2019).

Dalam pesan di video dan Twitter, Guaido mengatakan, "Hari ini tentara, patriot dan orang-orang pemberani yang mendukung konstitusi telah menjawab panggilan kita."

"Sekarang tiba waktunya! 24 negara bagian telah mengambil langkah, tidak ada jalan mundur, masa depan adalah milik kita. Rakyat dan Angkatan Bersenjata bersatu melenyapkan perampasan kekuasaan," tambah Guaido.

Maduro menanggapi di Twitter dengan mengatakan, "Saya orang kuat! Saya berbicara dengan para komandan dari semua daerah pertahanan dan zona operasional, yang telah menyatakan kesetiaan total mereka kepada rakyat, konstitusi dan tanah air. Saya serukan kepada mobilisasi populer maksimum untuk memastikan kemenangan perdamaian. Kita akan menang!"

Guaido mengatakan pasukan militer telah bergabung dalam upayanya menggulingkan Maduro.

Tetapi Menteri Komunikasi, Jorge Rodriguez, mengatakan di Twitter, "Saat ini kami menghadapi dan menonaktifkan sekelompok kecil personil militer berbahaya yang mengambil posisi "di dekat pangkalan militer" untuk melangsungkan kudeta. Kami serukan kepada masyarakat untuk tetap waspada tinggi, dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian kami, mengalahkan percobaan kudeta dan menjaga perdamaian."

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez menegaskan di Twitter bahwa situasi di barak dan pangkalan militer di negara itu "normal" dan bahwa militer "tegas dalam membela" Maduro.

Meskipun kekurangan makanan dan obat-obatan yang meluas dan kegagalan ekonomi di Venezuela, rezim Maduro tetap berkuasa dengan dukungan sebagian besar dari militer di negara itu. Dua kreditor terbesar Venezuela, Rusia dan China, juga terus mendukung Maduro.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghimbau semua pihak untuk dapat mengekang diri dan meminta semua pemangku kepentingan di sana untuk menghindarkan kekerasan dan segera mengambil tindakan untuk memulihkan ketertiban.

Juru bicara PBB Stehane Dujarric mengatakan Guterres telah melakukan kontak dengan kedua pihak. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x