Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 09:06 WIB

PBB Minta Saudi Tunda Pelaksanaan Hukuman Mati

Kamis, 25 April 2019 | 06:20 WIB
PBB Minta Saudi Tunda Pelaksanaan Hukuman Mati
Michelle Bachelet - (Foto: BBC)

INILAHCOM, Jenewa--Komisioner PBB untuk hak asasi manusia mengecam keras eksekusi 37 orang di Arab Saudi dan mendesak kerajaan tersebut untuk menunda semua rencana pelaksanaan hukuman mati.

Komisioner PBB, Michelle Bacheletmenyebutkan, sebagian besar yang dieksekusi berasal dari komunitas minoritas Syiah dan setidaknya tiga di antaranya masih di bawah umur saat ditangkap.

Bachelet mengatakan menerapkan hukuman mati bagi anak-anak sangat disayangkan dan mendesak Saudi untuk melarang praktik hukuman mati.

Pelaksanaan eksekusi pada hari Selasa (23/4/2019) diberitakan oleh media pemerintah.

Laporan media juga menyatakan bahwa orang-orang itu dituduh "mengadopsi ideologi ekstrem dari teroris, membentuk sel-sel teroris" dan menggangu "keamanan dan ketertiban masyarakat".

Biasanya hukuman mati dijalankan dengan cara memenggal kepala.

Penyaliban dilakukan setelah hukuman mati dilaksanakan untuk para tahanan yang dinilai melakukan kejahatan serius oleh pemerintah.

Kantor berita resmi SPA menyatakan orang-orang yang dihukum mati itu adalah mereka yang dituduh menyerang markas-markas keamanan dan menewaskan sejumlah petugas keamanan.

Hukuman mati tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi termasuk di ibu kota Riyadh, Mekah dan Madinah.

Di antara mereka yang dieksekusi, ada 14 orang dihukum karena melakukan tindak kekerasan terkait dengan keterlibatan mereka dalam demonstrasi antipemerintah, kata organisasi hak asasi manusia Amnesty International.

Pada 2018, seorang laki-laki dieksekusi dan disalib setelah dituduh menikam seorang perempuan hingga tewas.

Ia juga dituduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap laki-laki lainnya bersamaan dengan upaya perkosaan terhadap seorang perempuan, kata Bloomberg.

Pemerintah Saudi tidak merilis statistik resmi tentang jumlah eksekusi yang dilakukan, tetapi media pemerintah sering melaporkan eksekusi-eksekusi tersebut.

Menurut Amnesty, setidaknya 104 orang telah dieksekusi di Saudi sepanjang tahun 2019 ini.

Pada tahun 2018, negara Teluk itu melakukan 149 eksekusi.

Pada hari Minggu, Saudi mengklaim mereka menggagalkan serangan yang menargetkan biro keamanan di al-Zulfi, di bagian utara Riyadh.

Keempat penyerang berhasil ditembak mati, menurut pejabat bidang keamanan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x