Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 01:19 WIB

Sadaf Jaffer, Muslimah Pertama Walikota di AS

Minggu, 14 April 2019 | 09:39 WIB
Sadaf Jaffer, Muslimah Pertama Walikota di AS
(Foto: voanews)

INILAHCOM, Montgomery--Sadaf Jaffer menjadi Muslimah pertama yang menjabat walikota di AS. Ia dilantik sebagai Walikota Montgomery, kota berpenduduk sekitar 25 ribu orang yang terletak di sebelah utara kota Princeton, New Jersey.

Ia sekaligus menjadi perempuan warga AS keturunan Pakistan, Asia Selatan, pertama yang menjadi walikota di negara ini.

Komite Kota Montgomery beranggotakan lima orang. Setiap tahun, mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi walikota.

Ketika Sadaf pertama kali pindah dan bermukim di kota itu pada tahun 2012, kelima pejabat di dalam Komite Kota yang tergolong makmur itu semuanya warga kulit putih dari Partai Republik. Namun kota itu semakin beragam dan semakin didominasi pendukung Partai Demokrat.

Ketika Sadaf merasa bahwa komite tidak lagi mewakili warga secara keseluruhan, baik dalam hal ras maupun agama, ia mengambil langkah besar pada tahun 2016. Sadaf mencalonkan diri untuk jabatan politik.

Kepada Religion News Service, Sadaf yang dibesarkan sebagai Muslim Syiah mengatakan, ia merasa ketidakadilan harus diperangi di manapun ia berada. Sejak melakukan riset mengenai Islam di Asia Selatan untuk gelar doktornya, ia juga melihat bagaimana agama dan budaya kerap saling terjalin dan bagaimana masyarakat kosmopolitan bekerja pada masa lalu. Meskipun tidak sempurna, lanjut Sadaf, Islam pada masa lampau pun menjadi salah satu keindahan yang luar biasa yang memarakkan perabadan.

"Ini menginspirasi saya untuk masa mendatang," ujarnya.

Sekarang ini ia sangat senang dapat mengenali para anggota masyarakatnya, mereka yang bekerja untuk pemerintah kota maupun berbagai LSM yang berkomitmen bekerja untuk Montgomery.

Tantangan terbesar yang dihadapi AS sekarang ini, ujar Sadaf, adalah tercabiknya jalinan sosial masyarakatnya. Sadaf mengemukakan latar belakangnya dalam bidang seni, sastra dan kajian budaya terbukti bermanfaat dalam mempersatukan warga.

Meski bukan Muslimah pertama yang berkibar namanya dalam politik tahun ini, Sadaf mengaku bangga menjadi contoh apa yang mungkin dicapai oleh Muslim dalam sistem politik AS. Ia berharap dirinya membantu memberi pandangan yang berbeda mengenai apa yang diapat dicapai seorang perempuan Muslim di AS sekarang ini. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x