Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:33 WIB

Rakyat Aljazair Kembali Tuntut Perubahan Politik

Sabtu, 13 April 2019 | 04:04 WIB
Rakyat Aljazair Kembali Tuntut Perubahan Politik
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Aljir - Ribuan demonstran berkumpul di Ibu Kota Aljazair, Aljir, pada Jumat ke delapan, guna menuntut pengusiran elit yang berkuasa saat Aljazair bersiap menggelar pemilu pada Juli mendatang.

Mengutip Reuters, Presiden Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri setelah 20 tahun berkuasa. Ia tunduk terhadap tekanan militer dan gelombang aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan, terutama oleh kaum muda yang mengupayakan perubahan di negara Afrika Utara tersebut.

Namun aksi protes terus berlanjut karena banyak yang menginginkan pengusiran elit yang telah memerintah Aljir sejak merdeka dari Prancis pada 1962.

Bouteflika digantikan oleh Abdelkader Bensalah, Ketua Majelis Tinggi Parlemen, sebagai presiden sementara selama 90 hari hingga digelarnya pemilu pada 4 Juli 2019.

"Bukan Bensalah," teriak demonstran, yang berkumpul di pusat kota Aljir, tempat protes massa meletus pada 22 Februari.

"Kami ingin semua koruptor diadili," tulis salah satu spanduk.

Komentar

Embed Widget
x