Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:30 WIB

PM Inggris Minta UE Perpanjang Brexit 30 Juni

Sabtu, 6 April 2019 | 06:22 WIB
PM Inggris Minta UE Perpanjang Brexit 30 Juni
Perdana Menteri Inggris Theresa May - (Foto: VoaNews)

INILAHCOM, London--Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta perpanjangan Brexit lebih jauh dari Uni Eropa (UE) hingga 30 Juni untuk meninggalkan blok tersebut.

Brexit sekarang ini dijadwalkan berlangsung pada 12 April.

Dalam sepucuk surat kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, May mengatakan bahwa "Inggris mengusulkan agar periode ini berakhir pada 30 Juni 2019" dan setuju membuat rencana kontingensi untuk ambil bagian dalam pemilihan Parlemen Eropa pada akhir Mei.

Tusk pada hari Jumat mengusulkan kerangka waktu yang lebih lama. Ia mendesak 27 negara UE lainnya untuk menawari Inggris suatu perpanjangan yang fleksibel hingga satu tahun, untuk memastikan negara itu tidak keluar dari blok tersebut dengan cara yang kacau dan mahal.

Dua pejabat UE, yang minta tidak disebutkan nama mereka, mengatakan, Tusk menginginkan perpanjangan satu tahun yang fleksibel dan persetujuan terhadap rencana itu pada KTT UE Rabu mendatang.

Langkah semacam itu akan membuat Inggris perlu ambil bagian dalam pemilihan parlemen Eropa pada 23-26 Mei, sesuatu yang telah lama ditentang perdana menteri Inggris.

Setiap perpanjangan tenggat akan memerlukan persetujuan dengan suara bulat dari 27 negara anggota Uni Eropa lainnya. Presiden Perancis Emmanuel Macron sejauh ini tampak bersikap hati-hati dalam memberikan waktu lagi untuk Inggris. Ia mengatakan Uni Eropa tidak dapat disandera oleh kebuntuan politik Inggris terkait Brexit.

Manuver pelik ini muncul sementara parlemen Inggris mempertimbangkan legislasi yang dirancang untuk mencegah keluarnya negara itu dari UE tanpa kesepakatan.

Ada pula kekhawatiran bahwa Brexit yang mendadak dapat menyebabkan pelambanan ekonomi serta terganggunya pasokan makanan dan medis karena penambahan pos-pos perbatasan dan tarif dalam semalam.

Majelis Tinggi di parlemen Inggris dijadwalkan memulai kembali perdebatan mengenai legislasi tersebut pada hari Senin. Legislasi itu telah disahkan sebelumnya oleh majelis rendah hanya dengan selisih satu suara mendukung. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x