Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 01:33 WIB

Brexit Tanpa Kesepakatan Bisa Terjadi

Selasa, 2 April 2019 | 08:53 WIB
Brexit Tanpa Kesepakatan Bisa Terjadi
(voanews)

INILAHCOM, LondonInggris berpotensi keluar dari keanggotaan Uni Eropa--yang lebih populer dengan sebutan Brexit (Britain Exit)--tanpa kesepakatan. Jika ini sampai terjadi, dampaknya sangat buruk terhadap sistem perekonomian kawasan dan Inggris.

Kalangan analis mengatakan, Brexit tanpa kesepakatan dapat menyapu 10% dari perdagangan Inggris, mengganggu rantai pasokan dan menjerumuskan Inggris ke dalam resesi.

Tak hanya itu, nasib 3,5 juta warga Eropa yang tinggal di Inggris dan 1,5 juta warga Inggris yang tinggal di Eropa daratan menjadi terkatung-katung.

Pada Senin (1/4/2019) malam waktu setempat parlemen Inggris kembali gagal menyetujui solusi alternatif dalam pemungutan suara. Menteri Urusan Brexit, Steve Barclay, menyatakan mereka akan mengajukan proposal Brexit keempat pada pekan ini.

Uni Eropa sudah meminta seluruh anggotanya hadir dalam rapat darurat pada 10 April mendatang. Jika Inggris tidak juga memutuskan sikap, maka mereka kemungkinan besar akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

"Brexit tanpa kesepakatan sepertinya tidak terelakkan. Inggris punya kesempatan terakhir untuk memecah kebuntuan atau menghadapi masalah," kata Guy Verhofstadt, Ketua Komite Brexit Parlemen Eropa.

Brexit tanpa kesepakatan tak hanya berdampak buruk terhadap Inggris dan Uni Eropa, tapi juga terhadap perekonomian dunia. Betul, perekonomian Inggris Raya hanya berkontribusi sekitar 3,9% terhadap perekonomian dunia.

Hanya saja, perekonomian Inggris Raya punya pengaruh besar terhadap perekonomian Uni Eropa, yang dikenal punya basis konsumen besar dan berdaya beli tinggi. Boleh dibilang, perekonomian Uni Eropa adalah perekonomian kedua terbesar dunia dengan sumbangan 17,6% terhadap perekonomian dunia.

Sejumlah analis mengatakan bahwa setiap 1% penurunan pertumbuhan PDB Inggris akan diikuti dengan 0,5% penurunan pertumbuhan PDB di kawasan Uni Eropa. Artinya, pelemahan ekonomi Inggris Raya hampir pasti akan menekan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa, yang pada akhirnya akan melemahkan ekonomi dunia. [lat]

Komentar

Embed Widget
x