Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 01:08 WIB

Kehadiran Pasukan AS di Irak Bisa Berlanjut

Minggu, 31 Maret 2019 | 09:36 WIB
Kehadiran Pasukan AS di Irak Bisa Berlanjut
Pasukan AS di Irak - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Baghdad--Presiden Irak Barham Salih mengatakan ia tidak melihat ada hal "serius" terhadap kehadiran pasukan AS di Irak, yang secara khusus membantu pasukan Irak melawan kelompok ISIS.

Salih mengatakan ada "konsensus" bahwa Irak perlu berkolaborasi dengan pasukan AS, yang menurutnya "dapat berlanjut selama yang diperlukan," terlepas dari pengumuman minggu lalu tentang keberhasilan mereka merebut benteng terakhir ISIS di Suriah. Demikian Salih dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press, seperti dikutip dari VOA.

Sekitar 5.200 personil pasukan AS ditempatkan di Irak sebagai bagian dari perjanjian keamanan dengan pemerintah negara itu untuk memberikan nasihat, membantu dan mendukung pasukan Irak melawan ISIS.

ISIS menguasai sebagian besar wilayah Irak tahun 2014 setelah pasukan Irak kalah, dan kemudian menyatakan kekhalifahan yang mencakup wilayah Irak dan sebagian Suriah.

Pasukan AS, yang telah meninggalkan Irak tahun 2011 pasca invasi tahun 2003, diminta datang kembali untuk membantu memerangi kelompok itu tahun 2014. Irak menyatakan kemenangan atas ISIS pada akhir tahun 2017 setelah perang yang menelan banyak korban jiwa.

"Mereka (pasukan Amerika.red) berada di sini untuk misi khusus, untuk memberdayakan dan memungkinkan pasukan Irak melawan ISIS. Tidak ada yang lain. Ini adalah misi eksklusif, dan dalam konteks itu saya tidak melihat ada tentangan serius terhadap kehadiran pasukan Amerika di Irak," ujarnya. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x