Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 06:00 WIB

3 Aktivis Perempuan Saudi Dibebaskan Sementara

Sabtu, 30 Maret 2019 | 09:20 WIB
3 Aktivis Perempuan Saudi Dibebaskan Sementara
(Foto: BBC)

INILAHCOM, London--Dituduh menghina Islam, mendukung musuh, tiga aktivis perempuan Arab Saudi mengaku sempat mendekam di tahanan serta disetrum, dicambuk dan dilecehkan secara seksual.

Mereka saat ini masih harus menjalani kasus hukum di masa mendatang, walaupun otoritas Saudi membebaskan mereka untuk sementara waktu, demikian laporan kantor berita Reuters, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (30/3/2019). .

Dua sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tiga perempuan itu telah dibebaskan, dan beberapa aktivis lain dijadwalkan akan dibebaskan pada hari Minggu (31/03).

Amnesty International dan organisasi hak asasi Arab Saudi yang berbasis di Inggris, ALQST, menyebut perempuan-perempuan itu adalah Eman al-Nafjan, Aziza al-Yousef dan Roqaya al-Mohareb.

Media pemerintah Arab Saudi mengatakan pelepasan itu hanya berlaku sementara waktu.

Ketiga perempuan itu termasuk di antara 11 perempuan yang tengah diadili setelah didakwa dengan undang-undang kejahatan dunia maya, yang dapat dijatuhi hukuman hingga lima tahun penjara.

Lynn Maalouf dari Amnesty International menyambut pelepasan itu, tetapi dia mengatakan pelepasan itu tidak seharusnya bersifat sementara.

"Mereka dikurung, dipisahkan dari orang-orang yang mereka cintai, menjadi sasaran penyiksaan dan ancaman hanya karena menyerukan hak-hak perempuan dan mengekspresikan pandangan mereka secara damai," katanya.

"Amnesty International meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk membatalkan semua tuduhan terhadap mereka dan aktivis hak asasi perempuan lainnya, yang semuanya harus dibebaskan segera dan tanpa syarat," demikian Maalouf. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x