Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 01:39 WIB

Erdogan Ancam Spekulator Mata Uang Turki

Senin, 25 Maret 2019 | 08:31 WIB
Erdogan Ancam Spekulator Mata Uang Turki
(Foto: AP Photo)

INILAHCOM, Ankara--Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam orang-orang yang berspekulasi memborong mata uang asing karena memperkirakan mata uang lira akan jatuh, akan mendapat kerugian besar. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Senin (25/3/2019).

Mata uang Turki lira anjlok lebih dari 4% dibandingkan dolar Amerika hari Jumat (22/3/2019), penurunan terbesar dalam satu hari sejak dimulainya krisis mata uang Turki bulan Agustus lalu.

Data Bank Sentral menunjukkan bahwa deposito mata uang asing dan logam-logam mulia yang dimiliki warga Turki telah mencapai rekor tertinggi minggu lalu. Kata para pakar ekonomi ini disebabkan turunnya kepercayaan publik terhadap mata uang lira.

Ketika berbicara di muka rapat umum kampanye di Turki, Erdogan mengatakan "sebagian orang berusaha menjatuhkan nilai lira dibanding mata uang asing lainnya."

"Saya menyerukan kepada semua orang yang mengadakan kegiatan seperti itu menjelang pemilihan umum, bahwa kami sudah mengetahui identitas kalian. Kami tahu apa yang kalian lakukan, dan setelah pemilu nanti, kalian akan mendapat kerugian besar," kata Erdogan.

Erdogan tidak secara jelas menyebut siapa orang-orang yang berspekulasi dengan mata uang lira itu, tapi para pejabat bank dan pasar uang mengatakan sedang menyelidiki laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan keuangan AS, JP Morgan yang menimbulkan spekulasi di dalam bursa di Istanbul.

JP Morgan tidak bersedia memberikan komentar atas tuduhan itu, yang mengatakan ada risiko besar bahwa mata uang lira akan terus anjlok setelah pemilihan lokal, dan menganjurkan para nasabahnya untuk menyimpan uang dalam mata uang dolar AS.

Menurut Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak, para spekulator sedang berusaha menghancurkan perekonomian Turki lewat media sosial. Dia menambahkan bahwa manipulasi ini mirip dengan yang terjadi ketika berlangsung demonstrasi anti-pemerintah tahun 2013. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x