Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 07:10 WIB

Trump Lolos dari Tuduhan Curang Pilres AS

Senin, 25 Maret 2019 | 07:58 WIB
Trump Lolos dari Tuduhan Curang Pilres AS
Presiden Donald Trump - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC--Presiden Donald Trump lolos dari tuduhan ia berkonspirasi dengan Rusia dalam Pemilu Presiden (Pilpres) AS tahun 2016.

Ringkasan laporan Penyelidik Khusus Robert Mueller yang diserahkan kepada Kongres pada Minggu (24/3/2019) waktu setempat itu tidak menyimpulkan apakah Trump telah melakukan tindakan pidana, tapi sang presiden tidak pula dinyatakan bersih dari pelanggaran pidana.

Adapun pembuat ringkasan laporan kepada Kongres AS adalah Jaksa Agung, William Barr.

Kemunculan hasil laporan itu disambut Trump dengan cuitan: "Tiada kolusi, tidak menghalangi".

Trump, yang berulangkali menyebut penyelidikan terhadapnya dan tim kampanyenya sebagai upaya mencari-cari kesalahan, mengatakan "memalukan negara harus melalui hal ini".

Dia menambahkan penyelidikan selama dua tahun itu adalah "upaya pelengseran ilegal yang gagal".

Ringkasan yang dibuat Barr menjelaskan secara singkat sejumlah temuan laporan Mueller mengenai dugaan upaya Rusia memengaruhi pemilihan Presiden AS pada 2016.

"Penyelidik khusus tidak menemukan ada warfa AS atau pejabat kampanye Trump yang berkonspirasi atau secara sadar berkoordinasi dengan Rusia," sebut Barr.

Bagian kedua dalam ringkasan menyinggung soal dugaan menghalangi proses hukum. Barr menyebut laporan penyelidik khusus "menentukan tidak membuat penilaian jaksa secara tradisional".

"Karena itu, Penyelidik Khusus tidak menarik kesimpulan apapun mengenai apakah tindakan yang diperiksa dapat disebut menghalangi," sebut ringkasan itu.

Barr mengatakan bukti yang dikumpulkan tidak cukup "menentukan sang presiden melakukan pelanggaran menghalangi proses hukum".

Barr mengakhiri ringkasannya dengan menyebutkan dia akan merilis lagi dari laporan Mueller, namun beberapa topik tidak dapat dilansir.

"Karena adanya pembatasan ini, jadwal pemrosesan laporan tergantung dari seberapa cepat Departemen dapat mengidentifikasi materi yang secara hukum tidak bisa dipublikasikan," tulis Barr.

"Saya telah meminta pendampingan dari Penyelidik Khusus dalam mengidentifikasi semua informasi yang dimuat dalam laporan secepat mungkin," tambahnya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x